Erina Gudono Menantu Jokowi Meraih Gelar Magister University of Pennsylvania dengan IPK Sempurna
Pipit Maulidya May 26, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono, membawa kabar membanggakan dari Amerika Serikat.

Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini resmi menyandang gelar Master of Science dari University of Pennsylvania (UPenn) dengan predikat akademik sempurna.

Bukan sekadar lulus, Erina menuntaskan studinya di kampus Ivy League tersebut dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Pencapaian Erina Gudono kian mengesankan karena ia juga berhasil menyelesaikan program magang di lembaga internasional, UNESCO, secara bersamaan.

Baca juga: Kasus Ijazah Jokowi Belum P21, Ini Alasan Roy Suryo Sebut Proses Sudah Tidak Relevan Dilanjutkan

Menjadi Ibu di Masa Studi

Meski meraih prestasi akademik yang prestisius, Erina mengakui bahwa momen paling berharga dalam perjalanannya di Negeri Paman Sam adalah perannya sebagai seorang ibu.

Baginya, kehadiran sang buah hati, Bebingah Sang Tansahayu, adalah anugerah terbesar di tengah padatnya jadwal kuliah.

Melalui akun Instagramnya, Erina mencurahkan rasa syukurnya.

"Alhamdulillah saya telah menyelesaikan gelar magister pertama di Universitas Pennsylvania dan magang di UNESCO. Akan tetapi, kebahagiaan dari perjalanan tersebut adalah menjadi ibu Bebingah... menggendongnya, menyambutnya hadir ke dunia, dan membesarkannya di tengah studi saya," tulis Erina (25/5/2026).

Selama masa studi, Erina harus menyeimbangkan waktu antara riset, tugas akhir, dan mengurus bayi.

Erina pun tak menampik bahwa keberhasilannya ini didorong oleh dukungan penuh sang suami, Kaesang Pangarep, yang setia mendampinginya.

"Suami saya adalah pendukung terbaik sejak hari pertama dan saya sungguh tidak akan cukup berterima kasih kepadanya," tambahnya.

Rahasia Belajar

Banyak yang penasaran bagaimana cara Erina meraih nilai sempurna di salah satu kampus tersulit di dunia.

Ternyata, kunci sukses alumnus UGM ini adalah manajemen waktu yang sangat ketat.

Erina mewajibkan dirinya belajar minimal 30 jam seminggu di luar jam kerja.

Untuk memantau kedisiplinannya, ia menggunakan sistem reward and punishment yang dicatat dalam tabel khusus.

"Bener-bener dicatat dalam timetable Excel setiap hari belajar jam berapa. Terus kalau melebihi target jam aku ada self reward, terus kalau kurang aku ada self punishment (mengurangi jajan boba/kopi, jam belajar minggu berikutnya ditambahin), tapi paling penting harus happy jalanin prosesnya," jelas Erina.

Dalam pembagian jadwalnya, Erina sangat detail membagi fokus mulai dari materi kuantitatif, membaca jurnal, hingga ulasan kosakata (vocab review).

Sosok Berprestasi Sejak Muda

Latar belakang akademik Erina memang sudah menonjol sejak lama.

Sebelum menempuh S2 di University of Pennsylvania, perempuan kelahiran 11 Desember 1996 ini merupakan penerima berbagai beasiswa elit, seperti Beasiswa GenBI Bank Indonesia dan Astra International.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.