Kenapa Borneo FC Gagal Juara? Bojan Hodak: Mereka Tak Punya Keberuntungan
Arif Setiawan May 26, 2026 01:33 AM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai kegagalan Borneo FC meraih juara Super League 2025-2026 adalah fenomena aneh.

BOLASPORT.COM - Pelatih Persib, Bojan Hodak, turut mengomentari Borneo FC yang gagal juara Super League 2025-2026.

Sebagai informasi, Persib berhasil keluar sebagai juara musim ini.

Maung Bandung tercatat mengukir 79 poin dari 34 laga yang dijalani.

Menariknya, Borneo FC yang finis di posisi kedua memiliki jumlah poin yang sama dengan Persib.

Lalu kenapa Persib yang juara?.

Hal tersebut karena regulasi Super League menerapkan head to head dalam penetapan posisi jika ada dua tim yang memiliki poin sama.

Persib memang unggul head to head dari Borneo FC.

Maung Bandung mampu mengalahkan Borneo FC dengan skor 3-1 pada pertemuan pertama.

Persib lalu menahan imbang Borneo FC (1-1) pada leg kedua.

Bojan Hodak sendiri menilai Borneo FC gagal juara karena kurang beruntung.

"Mereka tidak punya keberuntungan."

"Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan," kata Bojan Hodak, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Bojan Hodak berpendapat apa yang terjadi kepada Borneo FC cukup aneh.

Pasalnya, seharusnya sebuah tim yang mengumpulkan 79 poin di Super League sudah bisa meraih juara.

“Jika kami mendapatkan poin sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat empat-lima kali musim ini.”

“Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim lain."

"Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya."

“Saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara,” tutur Bojan Hodak.

Di sisi lain, Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah gagal juara.

Pelatih asal Brasil itu kecewa karena Borneo FC gagal juara akibat regulasi.

"Sayangnya, kami tidak menjadi juara karena masalah regulasi kompetisi yang menetapkan head-to-head sebagai kriteria untuk menentukan siapa yang terbaik jika poinnya sama," ujar Fabio Lefundes usai laga melawan Malut United.

"Tetapi kondisi itu di luar kendali kami, ya? Sebenarnya itu tergantung siapa yang menyetujui aturan tersebut."

"Borneo sendiri tahun lalu kehilangan posisi keempat karena kriteria itu, tahun ini juga demikian."

"Sayangnya, kehilangan kesempatan untuk menjadi juara," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.