TRIBUNNEWS.com - Pengantin asal Bekasi, Jawa Barat, Feny Indah Fitria (32) dan Rinaldy (32), harus mengalami nasib apes setelah ditipu wedding organizer (WO) Marwah Catering Service.
Pernikahan Feny dan Aldy yang berlangsung di Islamic Centre Bekasi pada Sabtu (23/5/2026), digelar tanpa dekorasi dan katering.
Feny mengaku tak menaruh curiga saat awal menyewa jasa WO Marwah lantaran telah melakukan test food hingga fitting baju pengantin di kantor WO.
"Saya melakukan pembayaran DP dulu. Setelah DP, saya test food. Datang langsung ke acara Marwah," kata Feny, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia mengungkapkan telah melunasi pembayaran mengenai biaya sewa jasa pada WO MArwah pada awal April 2026.
Bahkan, Feny dan Aldy juga kembali melakukan pembayaran pada 11 Mei 2026, lantaran ada tambahan jumlah tamu.
Baca juga: Pengantin di Bekasi Jadi Korban Penipuan WO, Tamu Disajikan Makanan Kaki Lima dan Air Minum
Total, Feny telah membayar sebanyak Rp85 juta untuk menyewa jasa WO Marwah.
Namun, uang yang diberikan Feny ternyata tak sampai ke manajemen Islamic Centre.
Sebab, Islamic Centre meminta Feny untuk membayar pelunasan biaya sewa gedung sebesar Rp17,5 juta.
Padahal, biaya gedung sudah termasuk dalam daftar harga WO Marwah.
"Setelah info dari Islamic, saya langsung infokan ke Marwah di grup. 'Kak ini kenapa belum ada pembayaran?'. Kata mereka 'iya nanti akan saya bayarkan, tunggu saja ya, Kak'," jelas Feny.
Sampai H-1 pernikahan Feny dan Aldy, Jumat (23/5/2026), biaya sewa gedung tak kunjung dibayarkan oleh WO Marwah.
Keduanya pun mendatangi kantor WO Marwah di Rukan Avenue, Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, namun kosong.
Feny dan Aldy lantas diarahkan untuk datang ke gudang WO Marwah di Rorotan.
"Akhirnya kita ke gudangnya di Rorotan. Sampai sana jam setengah 12, hari Jumat. Ada istrinya, Eka," ungkap Feny.
Pihak WO Marwah pun berjanji akan melunasi pembayaran gedung pada hari itu juga.
Bahkan, Feny sempat membuat surat pernyataan bermaterai yang berisi kesanggupan pihak vendor untuk mengembalikan uang apabila gagal memenuhi kewajibannya pada hari pernikahan.
Namun, tidak lama kemudian pasangan pemilik vendor meminta izin keluar dari lokasi.
"Waktu itu saya tidak kepikiran mereka bakal kabur, jadi saya izinkan," kata Feny.
Sampai hari H pernikahan, Feny dan Aldy harus menggelar acara tanpa dekorasi dan katering.
Keduanya juga diberikan kelonggaran oleh pihak Islamic Centre karena tahu telah menjadi korban penipuan.
"Dari Islamic Centre, karena tahu kita korban, dia sediakan fasilitas untuk akad satu sampai dua jam. Alhamdulillah kita tetap jalan," ujar Aldy.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, mengatakan kantor WO Marwah sudah tidak beroperasi.
Hal ini diketahui dari hasil pengecekan lapangan.
"Telah melakukan pengecekan kantor WO Marwah ini yang berada di JGC, Cakung, Namun terhadap kantornya saat ini sudah tutup," kata Bayu saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (25/5/2026), dilansir TribunJakarta.com.
Bayu mengungkapkan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait operasional WO Marwah.
Ia juga berujar, pihaknya akan memeriksa saksi-saksi, termasuk pengelola Islamic Centre Bekasi.
"Kami juga akan melakukan pemeriskaan saksi-saksi dari pihak gedung (Islamic Center) di mana sebagai lokasi pernikahan korban berlangsung," ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh pihaknya, Bayu menyebut WO Marwah baru memberikan uang muka kepada Islamic Centre.
"Informasi dari korba bahwa katering Marwah ini hanya membayarkan DP ke gedung tersebut dan belum melakukan pembayaran lunas," tuturnya.
Buntut kejadian ini, Feny dan Aldy melaporkan WO Marwah ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5/2026) malam.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Wahyu Aji, TribunJakarta.com/Bima Putra, Kompas.com/Mohamad Bintang)