Pernyataan Brutal AC Milan saat Pecat Allegri: Petinggi Klub Dirombak, Cuma Ibrahimovic yang Selamat
Arif Tio Buqi Abdulah May 26, 2026 02:50 AM

TRIBUNNEWS.COM - AC Milan membuat keputusan besar usai kegagalan mereka lolos ke Liga Champions musim depan.

Dalam langkah yang sangat drastis, Rossoneri resmi memecat pelatih Massimiliano Allegri bersama tiga petinggi klub lainnya hanya sehari setelah musim Serie A berakhir.

Selain Allegri, Milan juga memberhentikan CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada.

Menariknya, dari seluruh jajaran petinggi klub, hanya Zlatan Ibrahimovic yang tetap dipertahankan oleh pemilik klub, Gerry Cardinale.

Keputusan itu diumumkan langsung lewat pernyataan resmi klub yang bernada sangat keras.

Milan menyebut musim ini sebagai “kegagalan yang tidak bisa dibantah” atau unequivocal failure setelah gagal lolos ke Liga Champions.

Musim Milan sebenarnya sempat terlihat menjanjikan. Untuk sebagian besar musim, mereka berada di posisi dua besar Serie A dan masih bersaing dalam perebutan gelar juara.

Bahkan menjelang pekan terakhir, Milan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket Liga Champions. 

Mereka unggul dua poin dan memiliki rekor head-to-head lebih baik dibanding Como 1907.

Namun semuanya runtuh dalam satu malam. Milan secara mengejutkan kalah 1-2 di kandang sendiri dari Cagliari, tim yang sebenarnya sudah tidak memiliki kepentingan apa pun di klasemen.

MERAYAKAN GOL - Para pemain AC MIlan sedang merayakan gol bersama setelah menbobol gawang Inter Milan pada pekan ke-28 Liga Italia di San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Rossoneri berhasil menang tipis 1-0.
MERAYAKAN GOL - Para pemain AC MIlan sedang merayakan gol bersama setelah menbobol gawang Inter Milan pada pekan ke-28 Liga Italia di San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Rossoneri berhasil menang tipis 1-0. (AC Milan)

Baca juga: Buntut AC Milan Keok, Como Finis Empat Besar dan Catatkan Sejarah Lolos Liga Champions

Kekalahan itu membuat Milan terlempar dari empat besar. Rossoneri finis di posisi kelima dan harus puas tampil di Liga Europa musim depan.

Sebaliknya, kekalahan ini menguntungkan Como yang akhirnya sukses mengamankan posisi Liga Champions dengan finis di posisi empat.

Dalam pernyataan resminya, Milan menegaskan bahwa target utama musim ini adalah kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk terus bersaing di papan atas Serie A.

Namun klub menilai performa mereka pada akhir musim sangat tidak konsisten dan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Karena itulah, pemilik klub memutuskan melakukan “reorganisasi total” terhadap struktur sepak bola Milan.

Pernyataan AC Milan

"Setelah kekecewaan pada musim lalu, target yang ditetapkan pemilik klub untuk AC Milan adalah kembali lolos ke Liga Champions dan membangun fondasi agar bisa terus bersaing secara konsisten di papan atas Serie A.

Untuk sebagian besar musim ini, kami berada di posisi dua besar Serie A dan memiliki peluang realistis untuk bersaing memperebutkan gelar Scudetto. Namun, performa pada fase akhir musim benar-benar tidak sejalan dengan penampilan kami sebelumnya, dan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir musim membuat perjalanan ini menjadi sebuah kegagalan yang tidak bisa dibantah.

Kini saatnya melakukan perubahan dan reorganisasi menyeluruh dalam operasional sepak bola klub. Efektif mulai sekarang, kami mengakhiri kerja sama dengan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada. Kami berterima kasih kepada masing-masing atas kerja keras dan dedikasi mereka selama berada di AC Milan.

Pengumuman lebih lanjut mengenai pengganti mereka akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan agar klub siap dan memiliki persiapan matang untuk musim depan."

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar kekecewaan pemilik tim terhadap hasil akhir musim. Allegri yang baru satu musim kembali menangani Milan langsung kehilangan pekerjaannya.

Sepanjang musim ini, Allegri memimpin Milan dalam 42 pertandingan kompetitif dengan catatan 22 kemenangan, 10 imbang, dan 10 kekalahan. 

Meski statistiknya tidak terlalu buruk, kegagalan lolos ke Liga Champions dianggap sebagai pukulan besar secara prestise maupun finansial.

Baca juga: Klasemen Akhir Liga Italia: AC Milan dan Juventus ke Liga Eropa, Tim Emil Audero Degradasi

Zlatan Ibrahimovic.
SELAMAT - Zlatan Ibrahimovic. Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale memecat petinggi klub dan hanya menyisakan Zlatan Ibrahimovic selaku penasehat senior, yang selamat dari pemecatan. (Instagram @iamzlatanibrahimovic)

Nasib serupa dialami Igli Tare yang juga baru bergabung musim panas lalu.

Sementara Geoffrey Moncada yang sudah lama bekerja sebagai kepala pemandu bakat sejak 2018 juga ikut tersapu dalam perombakan ini.

CEO Giorgio Furlani pun ikut dilepas setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting struktur klub sejak era Elliott Management.

Kini, Gerry Cardinale akan membangun ulang struktur Milan bersama Zlatan Ibrahimovic yang tetap menjadi penasehat klub.

Legenda asal Swedia itu justru mendapat kepercayaan lebih besar dan akan ikut menentukan sosok pelatih baru, direktur olahraga, hingga CEO klub.

Menariknya, media Italia menyebut Milan kini mengincar pelatih dengan gaya modern seperti Cesc Fabregas yang sukses membawa Como tampil mengejutkan musim ini.

Situasi ini membuat Milan memasuki era baru yang penuh ketidakpastian, tetapi juga membuka peluang perubahan besar setelah musim yang berakhir mengecewakan.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.