SURYA.CO.ID SURABAYA -Kebakaran yang disertai ledakan melanda sebuah rumah di Surabaya dan menewaskan seorang nenek serta cucunya.
Api diduga muncul akibat korsleting saat pengisian daya baterai motor listrik berbahan lithium yang dengan cepat memicu kobaran besar
Korsleting pada baterai yang tengah diisi daya diduga menjadi pemicu awal kebakaran yang melanda rumah tersebut.
Percikan api disebut muncul dari perangkat pengisian daya sebelum akhirnya disertai ledakan yang membuat api cepat membesar.
Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan resmi sebelum penyelidikan kepolisian rampung dilakukan.
Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Rumah di Surabaya Nenek dan Cucu Tewas, Diduga dari Charger Motor Listrik
"Dugaan awal infonya tadi dari korsleting dari charger motor listrik. Kemungkinan itu dugaan awal ya, mungkin dari situ, kemudian gimana bahannya, kan motor listrik baterainya lithium, jadi ada kebakaran dan terjadi ledakan, dan itu cepat sekali," katanya.
Material lithium pada baterai motor listrik diduga mempercepat penyebaran api sehingga penghuni rumah tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat situasi di dalam rumah sulit dikendalikan.
Dalam peristiwa tersebut, dua penghuni rumah dipastikan meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Mereka adalah SU dan cucunya, MARP.
Petugas pemadam kebakaran menemukan jasad SU di toilet bagian dalam rumah.
Sementara itu, jenazah MARP ditemukan di lantai dua bangunan yang difungsikan sebagai kos-kosan.
Baca juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Diselidiki Polisi, Pengakuan Keluarga Pasien Meninggal Beda dengan Dokter
Diduga, keduanya berusaha menyelamatkan diri saat api mulai membakar area rumah.
Namun, kobaran api yang telanjur membesar membuat mereka tidak sempat keluar dari bangunan.
"2 korban meninggal dunia. Iya kemungkinan seperti itu ya, kita juga tidak tahu, kayaknya dia mau keluar tapi api di dalam sudah membara, mungkin dia mau menyelematkan diri di kamar mandi, karena posisi akhir di kamar mandi," pungkasnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Tim Inafis Polrestabes Surabaya kemudian mengevakuasi jenazah korban menggunakan ambulans untuk proses penanganan lebih lanjut.