Kampanye Inggris di Piala Dunia 2018 menjadi titik balik penting dalam sejarah modern The Three Lions.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 1990, Inggris hanya berjarak 90 menit dari final Piala Dunia ketika mereka menghadapi Kroasia di Moskow.
Kekalahan 2-1 lewat perpanjangan waktu menghapus harapan bangsa untuk mengakhiri paceklik trofi yang telah berlangsung selama enam dekade. Kini, saat Inggris menuntaskan persiapan untuk turnamen musim panas ini di Amerika Utara, mereka akan kembali berhadapan dengan lawan yang familiar di babak penyisihan grup.
Jordan Pickford tampil dalam turnamen besar pertamanya untuk Inggris di Piala Dunia 2018 dan kini menjadi pemain senior The Three Lions, bersiap menghadapi upaya kelimanya meraih trofi musim panas ini.
Kiper Everton tersebut mencatatkan rekor penampilan terbanyak oleh penjaga gawang Inggris di turnamen besar selama Euro 2024, dengan total 26 kali tampil di kompetisi besar. Ia akan menjadi salah satu pemain yang paling dipercaya oleh Thomas Tuchel musim panas ini.
Kroasia akan menjadi lawan pembuka Inggris di Grup L musim panas ini, disusul laga melawan Ghana dan Panama. Pickford merasa yakin timnya dapat melangkah ke babak gugur tanpa terlalu banyak kesulitan.
“Tentu saja,” ujar Pickford kepada FourFourTwo. “Kami datang ke sana dengan tujuan memenangkan setiap pertandingan dan membangun momentum sejak babak penyisihan grup.”
Ia menambahkan, “Setiap tim yang kami hadapi berada di turnamen ini karena pantas, jadi kami tahu setiap laga akan sulit. Namun kami harus selalu tampil dalam performa terbaik setiap kali bermain.”
Namun, laga ulang melawan Kroasia pada 17 Juli menjadi sorotan utama menjelang turnamen tersebut.
Pasukan Gareth Southgate sempat unggul lebih dulu hanya lima menit setelah kick-off di Stadion Luzhniki pada pertemuan 2018 berkat tendangan bebas Kieran Trippier. Namun, keunggulan itu sirna 20 menit jelang waktu normal berakhir ketika Ivan Perisic menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Gol kemenangan Mario Mandzukic di babak tambahan waktu memastikan Kroasia melangkah ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pickford mengakui bahwa laga musim panas ini akan membangkitkan kembali semua kenangan itu.
“Saat Tripps mencetak gol tendangan bebas itu, rasanya luar biasa, tetapi kami gagal mencetak gol kedua untuk mengakhiri pertandingan dan memberikan tekanan,” kenangnya.
“Setelah itu, mereka mulai menguasai permainan dan akhirnya cukup kuat untuk memenangkan laga tersebut.”