Kemendikti Usul Sertifikasi Profesi Bagi Tenaga Kerja Terampil ke Australia Digelar di Indonesia
Dewi Agustina May 26, 2026 07:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Prof Hermawan Kresno Dipojono memberi usulan kepada Kedutaan Besar Australia soal kemungkinan pelaksanaan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja terampil asal Indonesia dilakukan di dalam negeri.

Usulan ini berangkat dari upaya menekan biaya tinggi yang harus ditanggung oleh para calon pekerja. 

Baca juga: Kemendiktisaintek: Kasus Kekerasan Saat Magang dan KKN Tetap Bisa Diproses Satgas Kampus

Prof Hermawan menjelaskan, skema sertifikasi yang saat ini berjalan mengharuskan tenaga kerja untuk pergi ke Australia terlebih dahulu. 

Hal tersebut dinilai memberatkan, terlebih tidak adanya jaminan sertifikasi itu didapatkan setelah calon pekerja merogoh kocek kebutuhan akomodasi ke Australia.

Hal ini disampaikan dalam simposium yang digelar Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besarnya di Indonesia, bertajuk 'Transnational Education in Indonesia' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

 

 

"Kami berpikir, mungkinkah sertifikasi tersebut diberikan di Indonesia, alih-alih mereka harus pergi ke Australia terlebih dahulu? Karena tidak ada jaminan mereka akan langsung mendapatkan pekerjaan bahkan setelah mereka mendapatkan sertifikat di Australia, sementara biaya untuk pergi ke sana sangatlah mahal," kata Prof Hermawan.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Hermawan menyebut perlunya penjajakan kemitraan dengan lembaga sertifikasi terkait yang diakui oleh pihak Australia, serta kesesuaian regulasi dari pemerintah setempat.

"Jadi kami memikirkan tentang, apakah memungkinkan jika sertifikasi tersebut diberikan di Indonesia. Untuk tujuan itu, tentu saja kami membutuhkan mitra yang dapat menawarkan sertifikasi namun menyelenggarakannya di Indonesia dan bukan di Australia," katanya.

Langkah ini dipandang strategis guna mengoptimalkan peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia, mengingat Australia saat ini membutuhkan tambahan tenaga kerja dari luar negeri untuk beberapa sektor keahlian khusus.

Ia berharap adanya solusi praktis ini dapat meringankan beban finansial yang kerap menjadi hambatan utama bagi para calon tenaga kerja terampil asal Indonesia.

"Sangat mahal biayanya bagi sebagian orang Indonesia jika harus pergi ke Australia hanya untuk melakukan sertifikasi tanpa adanya jaminan mendapatkan pekerjaan. Akan sangat baik jika sertifikasi tersebut dapat diberikan di sini," pungkas dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.