TRIBUNJAMBI.COM – Istana kepresidenan melalui KSP memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian megaproyek jalan tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan menghubungkan Provinsi Jambi dan Palembang, SumateraSelatan.
Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi Jembatan Musi V untuk mengawal dan mengurai sumbatan masalah pada Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi.
Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Deputi IV KSP, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, ini difokuskan untuk mematangkan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Selain melihat langsung progres fisik di lapangan, kehadiran tim KSP menjadi momentum penting untuk menyelesaikan tantangan pengadaan lahan yang kerap menjadi batu sandungan proyek infrastruktur berskala besar.
Dalam peninjauan ini, seluruh pimpinan wilayah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) seperti BPN Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Palembang turut dihadirkan bersama para Direktur Proyek Hutama Karya, termasuk Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 2A Ahmadi, dan Seksi 1B M. Razi.
Catatan Khusus untuk Kepala Staf Kepresidenan
Deputi IV KSP, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, menegaskan hasil dari peninjauan ini akan dilaporkan secara berkala kepada Kepala Staf Kepresidenan agar hambatan regulasi dan birokrasi di lapangan bisa segera dicarikan solusi konkret.
“Kami akan mencatat dan melaporkan secara khusus kepada Kepala Staf Kepresidenan terkait perkembangan pembangunan maupun hambatan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini."
Baca juga: Jalan Tol Lubuk Alung Sepanjang 2,4 KM Hubungkan Padang-Pariaman Dikebut
Baca juga: Eks Kadisdik dan 2 Tersangka Rasuah Alat Praktik Masih Mendekam di Rutan Polda Jambi
"Harapannya, berbagai kendala yang ada dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama, sehingga pembangunan Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Fadjar.
Berdasarkan data operasional terbaru di lapangan, progres pembangunan pada dua koridor utama ini menunjukkan angka yang positif:
• Ruas Betung–Tempino–Jambi (170,7 km): Progres konstruksi fisik telah melesat hingga 58,34 persen, dengan capaian pengadaan lahan sebesar 69,18 persen.
• Ruas Palembang–Betung (69,2 km): Progres konstruksi fisik menyentuh 82,24 persen, sementara pembebasan lahannya berada di angka 87,45 persen.
Solusi Pengurai Macet Jalan Nasional
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan tersambungnya jalan tol dari Sumatra Selatan hingga Provinsi Jambi ini akan menjadi pengubah permainan (game changer) bagi urat nadi logistik regional.
“Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada jalan nasional, sehingga masyarakat dapat memperoleh waktu perjalanan yang lebih efisien."
"Selain itu, jalan tol ini juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra,” pungkas Hamdani.
Hutama Karya berkomitmen penuh untuk menyelesaikan setiap tahapan pembangunan tol ini secara akuntabel dengan tetap memprioritaskan mutu konstruksi, keselamatan kerja, serta tata kelola proyek yang baik demi menghadirkan infrastruktur berkelanjutan di Pulau Sumatera.
Baca juga: Jambi Top 7, Rekaman Pocong Jadi-jadian Ketuk Pintu
Baca juga: Info Cuaca Jambi Selasa 26/5/2026, Barat Potensi Hujan, Tengah dan Timur Berawan
Baca juga: Geming Tiga Pekerja dalam Ruang Pengap Tongkang Bersandar di Sungai Batanghari