SiteMinder Bermitra Dengan Zucchetti Perkuat Integrasi Perhotelan
Ida Bagus Artha Kusuma May 26, 2026 11:34 AM

nextren.com - SiteMinder dan Zucchetti memperkuat kemitraan strategis untuk memperluas integrasi teknologi perhotelan.

Kerja sama ini bertujuan membantu hotel meningkatkan konektivitas sistem, memperluas kanal distribusi, dan membuka peluang pendapatan baru di pasar global.

Kemitraan ini mempertemukan SiteMinder, platform hotel commerce berbasis kecerdasan buatan atau AI, dengan Zucchetti, penyedia teknologi perhotelan asal Italia.

Fokus utamanya berada pada integrasi sistem reservasi, distribusi, manajemen properti, dan pengelolaan pendapatan hotel.

Lewat kerja sama ini, Vertical Booking, central reservation system atau CRS milik Zucchetti, akan terhubung dengan platform SiteMinder.

Integrasi tersebut melengkapi Simple Booking, internet booking engine milik Zucchetti yang sudah lebih dulu terhubung dengan SiteMinder sejak 2016.

Zucchetti juga akan memperluas koneksi antara platform SiteMinder dan property management system atau PMS miliknya.

Dengan integrasi ini, hotel bisa mengelola distribusi kamar, data pemesanan, dan strategi pendapatan dengan sistem yang lebih saling terhubung.

Secara skala, Zucchetti melayani sekitar 48.500 pelanggan di sektor hospitality global melalui PMS, CRS, revenue management system, dan perangkat lunak perhotelan lainnya.

Di Asia, lebih dari 1.500 properti aktif menggunakan layanan Zucchetti, termasuk di Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Tiongkok.

SiteMinder sendiri digunakan oleh lebih dari 53.000 hotel di seluruh dunia dan didukung jaringan lebih dari 2.350 mitra.

Platform ini menggabungkan fungsi distribusi, analisis data, dan manajemen pendapatan dalam satu sistem.

CEO Zucchetti Hospitality, Angelo Guaragni, menyebut kemitraan ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Ia mengatakan Zucchetti dan SiteMinder memiliki kekuatan yang saling melengkapi untuk melayani pelanggan hotel di berbagai pasar pariwisata utama dunia.

"Ini adalah kemitraan yang kami pandang sangat strategis untuk jangka panjang," ujar Angelo Guaragni. Ia menambahkan, kolaborasi ini memberi hotel fleksibilitas untuk membangun ekosistem teknologi sesuai kebutuhan, sekaligus membuka akses ke peluang pendapatan yang lebih besar.

Penguatan kerja sama ini hadir saat banyak hotel masih menghadapi tantangan sistem teknologi yang terfragmentasi.

Berdasarkan survei terhadap 700 hotelier, hampir 40 persen responden menilai sistem yang terpisah dan rumitnya penambahan kanal distribusi membatasi kemampuan hotel menangkap permintaan wisatawan.

Survei yang sama menunjukkan 58 persen responden menilai speed-to-market sebagai faktor penting untuk memaksimalkan pendapatan.

Artinya, hotel membutuhkan sistem yang bisa bergerak cepat saat permintaan pasar berubah.

Chief Operating Officer SiteMinder, Jonathan Kenny, mengatakan hotel seharusnya tidak terhambat oleh teknologi yang mereka gunakan.

Menurutnya, hotel perlu memiliki kebebasan lebih besar untuk memilih teknologi kelas dunia agar dapat merespons permintaan pasar secara real-time dan menjangkau lebih banyak wisatawan.

Bagi industri perhotelan, integrasi sistem menjadi isu penting karena langsung berkaitan dengan penjualan kamar dan pendapatan.

Sistem yang terpisah dapat membuat hotel lebih lambat menyesuaikan harga, menambah kanal distribusi, atau membaca tren pemesanan.

Kemitraan SiteMinder dan Zucchetti menunjukkan bahwa digitalisasi hotel tidak lagi hanya soal memakai software baru.

Hotel membutuhkan ekosistem yang lebih terbuka, saling terhubung, dan mampu membantu pengambilan keputusan bisnis secara cepat.

Bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, kerja sama ini relevan karena Zucchetti sudah memiliki basis pengguna aktif di kawasan tersebut.

Saat persaingan hotel semakin bergeser ke kanal digital, kemampuan menjangkau wisatawan dari berbagai platform pemesanan menjadi semakin penting.

Pada akhirnya, teknologi akan semakin menentukan daya saing hotel. Properti yang mampu menyederhanakan sistem, membaca pasar lebih cepat, dan memperluas distribusi akan memiliki peluang lebih besar untuk menjaga okupansi dan pendapatan di tengah kompetisi global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.