TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Konsumsi daging merah biasanya meningkat saat Idul Adha.
Selain sapi dan kambing yang umum dikonsumsi di Indonesia, daging unta juga menjadi pilihan masyarakat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Sejumlah penelitian menunjukkan ketiga jenis daging tersebut memiliki kandungan gizi yang baik.
Namun, jika dilihat dari kadar lemak dan kolesterol, daging unta dinilai lebih unggul dibanding sapi maupun kambing.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal LWT – Food Science and Technology pada 2020 menemukan daging unta memiliki kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah dibanding daging sapi, kambing, maupun ayam.
Selain itu, daging unta mengandung mineral, vitamin, dan asam amino dalam jumlah lebih tinggi.
Penelitian tersebut juga menyebut jumlah bakteri patogen pada daging unta relatif lebih rendah sehingga dianggap lebih aman untuk dikonsumsi.
Dalam kajian ilmiah yang dimuat Journal of Ethnic Foods tahun 2021, daging unta diketahui mengandung sekitar 19 persen protein dan hanya sekitar 3 persen lemak.
Kandungan zat besinya juga cukup tinggi sehingga baik untuk membantu pembentukan sel darah merah.
Meta-analisis yang dipublikasikan di jurnal Meat Science pada 2025 bahkan menyebut daging unta berpotensi menjadi sumber protein yang lebih sehat sekaligus berkelanjutan, terutama di wilayah kering yang terdampak perubahan iklim.
Daging kambing juga dikenal memiliki kandungan lemak yang relatif lebih rendah dibanding beberapa bagian daging sapi.
Daging ini tetap menjadi sumber protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc yang dibutuhkan tubuh.
Meski demikian, kadar kolesterolnya tetap perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau diolah menggunakan santan serta minyak dalam jumlah banyak.
Sementara itu, daging sapi tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang kaya zat besi, vitamin B12, zinc, dan kreatin untuk mendukung pembentukan otot serta energi tubuh.
Namun, beberapa potongan daging sapi mengandung lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing dan unta. Karena itu, disarankan memilih bagian rendah lemak untuk dikonsumsi dikutip dari kompas.com
Berdasarkan sejumlah penelitian, daging unta dinilai paling unggul dari sisi kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah.
Daging kambing berada di posisi tengah, sedangkan daging sapi umumnya memiliki kadar lemak lebih tinggi tergantung bagian potongannya.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa manfaat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jenis daging yang dikonsumsi. Cara pengolahan dan jumlah konsumsi juga berperan penting.
Mengonsumsi daging merah secara berlebihan, terutama yang tinggi lemak jenuh atau telah diproses, tetap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sebaliknya, memilih potongan rendah lemak dan mengolahnya dengan cara direbus atau dipanggang dapat membantu menjaga nilai gizinya.