SERAMBINEWS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau Idul Adha 2026, banyak umat muslim mulai mencari informasi seputar tata cara pelaksanaan shalat Id.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah shalat Idul Adha boleh dilakukan sendiri di rumah.
Pertanyaan ini biasanya datang dari mereka yang memiliki kendala untuk hadir ke masjid atau lapangan tempat pelaksanaan salat Id berjemaah.
Ada yang sedang sakit, cuaca tidak memungkinkan, hingga karena alasan tertentu yang membuat seseorang tidak bisa keluar rumah.
Dalam syariat Islam, kondisi seperti itu mendapat keringanan. shalat Idul Adha tetap bisa dilaksanakan di rumah, baik secara berjemaah bersama keluarga maupun sendirian.
Sejumlah ulama juga telah menjelaskan hukum pelaksanaan shalat Idul Adha di rumah tanpa khutbah.
Prof. K.H. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D atau Buya Yahya mengatakan, umat muslim yang memiliki uzur syar’i tetap diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Adha sendiri di rumah.
"Bagi siapapun yang tidak bisa pergi ke masjid (karena uzur syari), bisa melakukan shalat di rumahnya sendiri biarpun tanpa harus ada khutbahnya," kata Buya Yahya, dikutip dari ceramah di kanal Youtube Al-Bahjah TV, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Amarah Bukan Takdir: Menelusuri Akar Temperamen dari Sudut Pandang Psikologi
Menurut Buya Yahya, khutbah bukan syarat sah shalat Idul Adha. Karena itu, orang yang melaksanakan salat Id sendirian tetap bisa menunaikan ibadah tersebut meskipun tanpa khutbah.
Ia juga mencontohkan kondisi hujan deras atau sakit sebagai alasan yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat Id di rumah.
Pendapat serupa turut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis. Ia menjelaskan bahwa shalat Idul Adha berbeda dengan salat Jumat yang mewajibkan khutbah.
‘’Kalau shalat Jumat itu, shalat Jumatnya tidak sah kalau tidak ada khutbahnya. Oleh karena itu, shalat Idul Adha itu bisa shalat saja tanpa khutbah. Misalnya shalat sendiri, dia selesai hanya mengerjakan shalat,’’ ujar KH Cholil Nafis, dikutip dari laman MUI Digital.
Meski demikian, ia tetap menganjurkan agar pelaksanaan shalat Id di rumah dilakukan berjemaah bersama keluarga apabila memungkinkan.
‘’Ketika di rumah bagaimana? Enak itu bisa shalat bersama dengan keluarganya bisa jadi imam, bisa jadi khatib depan keluarganya. Kapan lagi mau jadi imam dan khatib di depan keluarganya,’’ katanya.
Baca juga: Lafadz Takbir Idul Adha 2026 Versi Panjang Bahasa Arab, Latin & Arti, Dikumandangkan Mulai Malam Ini
Secara umum, shalat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat muslim. Pelaksanaannya lebih utama dilakukan berjemaah di masjid atau lapangan.
Namun, bagi orang yang memiliki halangan syar’i, shalat Id tetap dapat dilakukan di rumah. Pelaksanaannya bisa sendiri maupun berjemaah bersama anggota keluarga.
Jika dilakukan sendiri, maka khutbah setelah salat tidak wajib dilakukan. Akan tetapi, bila salat dilaksanakan berjemaah di rumah, maka khutbah tetap disunnahkan meski tidak wajib.
Ushallii sunnatan li‘iidl adhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Dalam shalat Idul Adha terdapat takbir tambahan yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua. Di sela-sela takbir tersebut dianjurkan membaca pujian kepada Allah SWT.
Baca juga: 50 Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Makna dan Doa, Cocok untuk Status WA dan Dikirim ke Kerabat
Latin: Allahu akbar kabira walhamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila.
Artinya: "Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang."
Atau bisa juga membaca:
Latin: Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar."
Berikut tata cara pelaksanaan shalat Idul Adha yang dapat dilakukan sendiri maupun berjemaah di rumah:
Khutbah setelah shalat Idul Adha hukumnya sunnah, bukan wajib. Karena itu, orang yang melaksanakan salat Id sendirian tidak diwajibkan khutbah.
Namun, jika salat dilakukan berjemaah bersama keluarga di rumah, maka salah satu anggota keluarga bisa menjadi imam sekaligus menyampaikan khutbah singkat setelah salat.
shalat Idul Adha menjadi salah satu syiar penting dalam Islam. Selain sebagai bentuk ibadah sunnah, pelaksanaan salat Id juga menjadi momen mempererat kebersamaan antarumat muslim.
Idul Adha juga identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
(Serambinews.com)