SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto telah tiba di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (26/5/2026).
Sapi jenis peranakan ongole dengan bobot 1,1 ton tersebut kini dipamerkan melalui showcase wisata kurban di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
“Alhamdulillah sudah tiba untuk sapi kurban dari Presiden Prabowo. Masyarakat yang ingin melihat bisa langsung datang karena kita pamerkan sebagai wisata kurban,” kata Humas Masjid Nasional Al Akbar Helmy M Noor.
Untuk sapi kurban Presiden Prabowo, diketahui didatangkan dari peternakan milik Akhmad Ritaudin, yang merupakan peternak dari Desa Bluri Kecamatan Solokuro.
Sapi berusia enam tahun itu memiliki tinggi 155,5 cm, lingkar dada 240 cm, dan juga panjang 174 cm.
Baca juga: Lamongan Kembali Jadi Daerah Sapi Terbesar di Jatim, Stok Kurban Melimpah
Total ada empat sapi yang dipamerkan. Selain sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto, juga telah tiba sapi kurban Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Lalu sapi kurban Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, dan juga sapi kurban dari Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.
“Untuk sapi kurban Gubernur Jawa Timur adalah Sapi Belgian Blue dengan bobot 1 ton. Dibeli dari peternak di Desa Wates Negoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto,” tegas Helmy.
Sedangkan untuk sapi kurban Wakil Gubernur Jawa Timur dari jenis Sapi Peranakan Ongole dengan bobot 900 kg. Sapi kurban ini didatangkan dari Desa Takerharjo
Dan untuk sapi kurban dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dari jenis Sapi Peranakan Ongole dengan bobot 800 kg.
Yang dibeli dari Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan.
“Proses penyembelihan seluruh hewan kurban dijadwalkan berlangsung sehari setelah Sholat Idul Adha atau pada Kamis atau tanggal 28 Mei 2026 yang dimulai pukul 06.00 WIB,” katanya.
Untuk penyelenggaraan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H dilaksanakan Masjid Nasional Al Akbar pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Digelar mulai pukul 06.00 WIB, salad ied akan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah MSi.
“Untuk khutbah Idul Adha akan disampaikan oleh Prof Dr KH Abd Halim Soebahar, yang menjabat sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur,” tegas Helmy.
“Dalam khutbahnya, rencananya beliau mengangkat tema ‘Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul’ yang mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani semangat pengorbanan, ketaatan, dan pembinaan generasi dalam kisah dua Nabi itu,” katanya.
Sebagaimana tahun tahun sebelumnya, salad ied di Masjid Nasional Albar akan memfasilitasi ibadah untuk 40 ribu jamaah.
Demi kelancaran dan kenyamanan ibadah, pihak Masjid Al Akbar telah menetapkan jalur akses masuk yang terpisah antara jamaah putra dan putri.
Jamaah putri dapat memasuki masjid melalui pintu nomor 1, 3, 4, dan 8 dari sisi utara; pintu 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 32, 33, dan 34 dari sisi timur; serta pintu 37, 38, dan 39 dari sisi selatan.
Adapun jamaah putra diarahkan masuk melalui lorong wudhu antara pintu 5 dan 6 dari sisi utara, pintu 23 dan 25 dari sisi timur, serta pintu 41, 43, 44, dan lorong wudhu antara pintu 40 dan 41 dari sisi selatan.
Sebagai panduan navigasi di dalam kompleks masjid yang memiliki 45 pintu, jamaah dapat memanfaatkan aplikasi Virtual Tour 3D Masjid Al Akbar.
Guna mengantisipasi kebutuhan medis jamaah selama kegiatan berlangsung, Masjid Al Akbar mengerahkan tim kesehatan gabungan yang terdiri dari 7 perawat dari RSUD Dr. Soetomo, 30 paramedis dari PMI Kota Surabaya, serta 3 dokter dari Rumah Sehat Masjid Al Akbar.
Sebanyak 6 unit mobil ambulans pun disiagakan untuk penanganan darurat.
“Kami mengimbau seluruh jamaah untuk membawa alas kaki masuk ke dalam ruang sholat dengan terlebih dahulu memasukkannya ke dalam tas kecil atau kantong sejenisnya, guna menjaga keamanan alas kaki, sekaligus mencegah terjadinya kerumunan di pintu keluar usai sholat,” pungkas Helmy.