SURYA.CO.ID - Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam kalender Islam. Tahun ini jatuh pada hari Selasa (26/5/2026).
Momen ini menjadi waktu di mana pintu ampunan dibuka lebar, pembebasan dari api neraka, dan doa-doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan momentum berharga ini dan mengoptimalkannya dengan berbagai ibadah serta amalan mulia.
Untuk menghidupkan malam dan Hari Arafah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak sholawat, membaca Al-Qur'an, dan berzikir. Beberapa bacaan doa dan zikir yang dianjurkan adalah:
1. Kalimat Tauhid
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَ يُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Amalan ini didasarkan pada hadis Nabi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari 'Arafah. Dan sebaik-baiknya yang Aku (Muhammad) ucapkan serta para Nabi sebelumku adalah: Tiada Tuhan selain Allah Swt yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dialah Allah Dzat Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. at-Turmudzi)
2. Sayyidul Istigfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Teks Latin: Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri ma shana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u laka bidzanbi faghfir li, fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa Anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau."
3. Doa kebaikan dunia dan akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
Baca juga: Doa Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah dan Batas Waktu Melafalkannya
Muhammad Abduh Tuasikal dalam tulisannya yang berjudul Mustajabnya Doa pada Hari Arafah menjelaskan bahwa maksud dari "sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah" ialah doa yang dipanjatkan pada hari ini paling cepat diijabahi (dikabulkan).
Oleh karena itu, umat Islam sangat diperintahkan untuk fokus melakukan ibadah doa pada hari Arafah, terlebih lagi bagi jemaah yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah.
Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Selain kemudahan dalam pengabulan doa, Hari Arafah juga menjadi momentum pembebasan hamba dari siksa neraka. Sebagaimana hadis dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?" (HR. Muslim)
Menariknya, keutamaan luar biasa ini tidak hanya terbatas bagi jemaah yang berada di tanah suci.
Menurut penjelasan Syaikh Sholih Al Munajjid, sifat mustajabnya doa pada Hari Arafah tersebut adalah umum.
Artinya, keberkahan doa ini berlaku bagi siapa saja, baik mereka yang sedang menunaikan ibadah haji maupun umat Muslim di seluruh dunia yang sedang tidak berhaji.
Melalui momentum 9 Dzulhijjah 1447 H ini, umat Islam diingatkan untuk mengoptimalkan ibadah dan tidak meragukan luasnya ampunan serta kasih sayang Allah SWT.