Fakta Stasiun Kroya, Hampir 1 Abad Jadi Tempat Penting hingga Kini
Alfa May 26, 2026 12:34 PM

Melintasi Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap seolah melihat perkembangan yang memperlihatkan keberhasilannya merawat nilai sejarahnya sebagai salah satu simpul terpenting lalu lintas kereta api di Pulau Jawa bagian selatan.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com - Sejarah Indonesia mencatat, Stasiun Kroya diresmikan beroperasi pertama kalipada 20 Juli 1887, bertepatan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Cilacap–Yogyakarta.

Secara administrtif, Stasiun Kroya yang terletak di Desa Bajing, Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah.

Stasiun ini menjadistasiun kereta api paling bersejarah dan strategis di Pulau Jawa.Posisinya bertindak sebagai simpul atau titik temu yang menghubungkan jalur kereta api lintas tengah dan lintas selatan Jawa.

Sejarah Pembangunan

Menurut beberapa sumber,awal pembangunanStasiun Kroya padaakhir abad ke-19 tak lepas darigagasan pemerintah kolonial Hindia Belanda melalui perusahaan kereta api negaraStaatsspoorwegen (SS).Gagasan ini bertujuanuntuk menyatukan jaringan transportasikereta apidi Pulau Jawa.

Pada20 Juli 1887, Stasiun Kroya resmi dibuka bersamaan selesainya pembangunan jalur kereta api ruas CilacapKroyaKutoarjo–Yogyakarta.Jalur kereta api ruas CilacapKroyaKutoarjo–Yogyakarta pada awalnya dibangun untuk mengangkut hasil bumi dan logistik militer menuju pelabuhan alami di Cilacap.

Jalur kereta yang menghubungkan Cilacap dan Yogyakarta itu merupakanbagian akhir dari Westerlijnen (Lintas Barat) yang menghubungkan wilayah barat dengan wilayah tengah atau timur Jawa (yang berujung di Stasiun Tugu Yogyakarta).

Menjadi Titik Temu Lintas Utama

Memasuki abad ke-20, peran Stasiun Kroya berubahmenjadi stasiun padatvolumelalu lintas kereta api karena berfungsi sebagai stasiun persimpangan.

Untuk memotong waktu tempuh perjalanan antara Batavia (Jakarta) dan Surabaya, perusahaan hindia BelandaStaatsspoorwegen (SS) membangun jalur pintas (shortcut) dari jalur kereta utara ke jalur kereta selatan. Jalur itulah yang kemudian kita kenal sebagai jalur kereta api Cirebon–PrupukKroya yang dibangun pada1912 hingga 1917.

Sejak jalur ini dibuka secara penuh, Stasiun Kroya resmi menjadi titik temu atau simpul utama bagi kereta dari arah Jakarta atau Cirebon (jalur tengah) dan kereta dari arah Bandung atau Cilacap (jalur selatan) menuju Yogyakarta dan Surabaya.

Dari catatatan sejarah yang dirangkum, stasiun Kroyadulunyamenjadi tempat ikonik karena dititikpersimpangannyaada kegiatan penyambungan dan pemutusan rangkaian kereta api.Saat adarangkaian kereta api yang masuk di stasiun Kroya dan memilikitujuandua kotasekaligus mkn kn dipisah.

Misalnya, ketika ada sebagiangerbong menuju Cilacap dan sebagian lagi menuju Purwokerto atauJakarta, maka rangkaian kereta ini akan diputus.Saat tiba di stasiun Kroya, rangkaian ituakan diputus. Sebaliknya, kereta yang datang dari dua arah berbeda akan digabung atau disambung.

Salah satu keretayang paling melegenda dengan prosesisambung-putus ini adalah KA Logawarute Purwakarta-Cilacaphingga keJember. Tapidemi efisiensi dan modernisasi operasi, ritual sambung putus yang menjadi ritual ikonik ini resmi berakhir sekitar tahun 2011.

Stasiun Kroya Hari Ini

Saat iniStasiun Kroya berstatus sebagai stasiun kereta api Kelas Besar Tipe B dan menjadi stasiun terbesar di wilayah Kabupaten Cilacap di bawah pengelolaan Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto. Lebih dari itu, stasiun ini telah berubah menjadistasiun kelas besar yang canggih dan tertata rapi.

Pedagang asongan yang dulunya menjajakan dagangan seperti nasi pecel di area peron hingga masuk ke dalam gerbong kereta api, kini tak tampak lagi.Bahkan, pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta api dari stasiun kroya menggunakan kereta kinisudahdwibahasa.

Demikian juga dengan ruang tunggu penumpang maupun akses pintu masuk dan pintu keluar stasiun tersedia dengan baik. penumpang kereta api pun menjadi nyaman.Itulah yang dirasakan Intisari saat turun dari gerbongKA Progoyang kami naiki pada 21 Mei 2026 yang kebetulan berhenti di Stasiun Kroya.

StasiunKroya rupanya masih menjadi tempat penumpang untuk meluruskan kaki dengan turun dari gerbongkarena penat duduk di dalam gerbong.Meski saat ini waktunya sebentar tetapi dirasa cukup untuk meregangkan otot kaki.

Dulu, waktu berhenti di Stasiun Kroya lumayan lama dan karena itulah stasiun ini menjadi salah satu tempat favorit para penumpang kereta api. Waktu yang lumayan lama itu biasanya digunakan oleh para penumpang untuk sekadar mencari nasi bungkus.

Menurut beberapa informasi yang kami rangkum, telah adabeberapa modernisasi diStasiun Kroya.Salah satunya adanya jalur ganda (doubale track).

Seluruh lintasan yang melewati Kroya, baik yang ke arah Cirebon maupun ke arah Kutoarjo-Yogyakarta, kini sudah berupa jalur ganda. Dan inimembuat perjalanan kereta jauh lebih cepat dan bebas antrean silang.

Selain itu di stasiun Kroya juga terdapat Depo Lokomotif yang berfungsiuntukpemeliharaan dan tempat penyimpanan rangkaian kereta.Dahulu rangkaian kereta yang terparkir adalahkereta apiSerayu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.