Gubernur Sebut Angka Kriminalitas Jalanan di Lampung Turun Usai Ultimatum Tembak di Tempat
Reny Fitriani May 26, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut angka kriminalitas jalanan di sejumlah wilayah di Lampung mulai menurun setelah Polda Lampung mengeluarkan ultimatum tindakan tegas terhadap pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor.

Pernyataan itu disampaikan Mirza menanggapi maraknya kasus kriminalitas yang belakangan terjadi di Lampung, termasuk dua peristiwa penembakan yang terjadi dalam waktu berdekatan di Kota Metro dan Bandar Lampung.

Menurut Mirza, penurunan aksi kriminalitas tersebut dilaporkan langsung para kepala daerah saat pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kita baru selesai bertemu dengan bupati-bupati, mereka melaporkan semenjak ada Pak Kapolda memberikan ultimatum tembak di tempat itu begal sangat menurun dalam seminggu ini di daerah-daerah,” kata Mirza, Senin (25/5/2026).

Ia mengatakan, sebelum ultimatum tersebut dikeluarkan, kasus kriminalitas sempat meningkat di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Gubernur Mirza Perkenalkan 2 Anak Harimau Sumatera di Lembah Hijau, Puspa dan Muli Sikop

Namun, setelah adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian, angka kejadian mulai berkurang.

“Jadi memang kemarin banyak. Setelah ada kasus-kasus itu sangat menurun,” ujarnya.

Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Lampung dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf atas langkah yang diambil dalam menekan tindak kriminalitas di wilayah Lampung.

“Kita apresiasi kepada Polda dan Pak Kapolda atas ketegasannya itu bisa menurunkan tingkat kriminalitas. Kita berdoa ke depan akan semakin baik,” kata dia.

Terkait kebijakan tembak di tempat yang mendapat sorotan dari Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Mirza meminta agar langkah aparat kepolisian dilihat sesuai konteks penanganan di lapangan.

Ia menilai aparat kepolisian memiliki mekanisme serta standar operasional prosedur dalam menjalankan tindakan terhadap pelaku kriminal.

“Ya dilihat konteksnya, tentunya polisi juga punya mekanisme, tidak semarta-merta dan punya SOP, mereka sangat profesional lah lebih mendalami,” tandasnya. 

Hal senada disampaikan ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menurutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengatasi maraknya senjata api ilegal. 

"Kita sudah kordinasi dengan APH dan tadi ada masukan dari TNI agar memperbanyak pelatihan-pelatihan polanya nanti kita lihat bagaimana dari TNI dan Polri," Kata Giri Akbar. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.