Jakarta (ANTARA) - Indonesia menawarkan proyek hilirisasi timah di JIIPE (Java Integrated Industrial & Port Estate) Gresik, Jawa Timur, hingga proyek Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall/GSW) kepada Jepang dalam Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) 2026.
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa, Wakil Kepala Perwakilan (Deputy Chief of Mission) KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung menyatakan bahwa Indonesia dan Jepang kini tengah membidik mesin pertumbuhan baru yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Renata menekankan bahwa Jepang bukan sekadar investor yang menduduki peringkat kelima terbesar di Indonesia, melainkan juga mitra pembangunan tepercaya yang telah menciptakan lebih dari 278 ribu lapangan kerja, serta mendukung penuh agenda hilirisasi industri dan transisi energi Nusantara.
Indonesia juga menawarkan mega proyek Industropolis Batang SEZ. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini berfokus pada ekosistem industri berteknologi tinggi seperti kendaraan listrik (EV), pusat data, dan manufaktur canggih.
Selanjutnya, Indonesia juga menawarkan proyek Energi Biomassa di Grobogan, Jawa Tengah. Proyek tersebut merupakan pemanfaatan limbah pertanian jagung untuk energi biomassa dengan nilai capex 15,5 juta dolar AS. Proyek ini dikabarkan telah memancing ketertarikan dari raksasa Jepang, Kobelco, untuk dibahas lebih lanjut.
Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM Cahyo Purnomo mengungkapkan bahwa realisasi investasi langsung (FDI) Jepang di Indonesia dari tahun 2021 hingga kuartal pertama 2026 telah menembus angka 18,1 miliar dolar AS.
Rata-rata pertumbuhan tahunan pun tercatat sangat solid di angka 13,2 persen. Kendati demikian, lanjut dia, masih terdapat tantangan pemerataan ekonomi, mengingat 94 persen lokasi proyek investasi Jepang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Oleh karena itu, pemerintah kini secara agresif mendorong investor Jepang untuk berani menjajaki peluang emas di luar Pulau Jawa (beyond Java).
Forum IJIF 2026 tidak sekadar menjadi ajang paparan, melainkan sukses melahirkan komitmen bisnis yang nyata. Kepercayaan investor Jepang tergambar jelas lewat pengumuman Letter of Intent (LoI) dari sejumlah perusahaan terkemuka, yakni Pongamia Co., Ltd dan Onoda Inc.
Pongamia telah menyatakan komitmen investasinya di sektor energi terbarukan melalui pengembangan perkebunan tanaman Pongamia di Indonesia. Proyek ini diproyeksikan untuk memproduksi biodiesel dan bioavtur yang sejalan dengan peta jalan transisi energi hijau Tanah Air.
Sementara itu, Onoda Inc. membidik sektor manufaktur dengan merencanakan perakitan peralatan gas meter berteknologi ultrasonik dari Jepang. Investasi ini ditargetkan untuk menyokong program pemerintah dalam memperluas cakupan jaringan gas rumah tangga nasional.





