TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jalan UMKM di Kabupaten Kendal menembus pasar ritel modern masih membutuhkan nafas panjang.
Dari 39 ribu pelaku usaha yang tercatat, baru 20 produk UMKM yang berhasil masuk ritel Alfamart.
Angka itu ingin diubah Bupati Dyah Kartika Permanasari melalui program kurasi dan pelatihan intensif kepada para pelaku UMKM.
Dalam pelatihan yang digelar Pemkab Kendal bersama Alfamart itu, Bupati yang akrab disapa Tika menargetkan jumlah pelaku UMKM lokal bisa bertambah di pasaran ritel.
Baca juga: TNI dan Pemkab Kendal Tanam 1.500 Mangrove, Kurangi Dampak Abrasi di Pesisir Pidodo Kulon
• Kendal Tornado FC Mulai Kumpul dan Latihan 1 Juli 2026 di Charlie Training Center
"Tahun ini kami targetkan 50 produk lokal bisa terpilih untuk masuk ke ritel Alfamart," katanya, Selasa (26/5/2026).
Bupati Tika menambahkan, kualitas produk UMKM Kendal tak kalah dengan produk dari wilayah lain.
Bupati Tika memahami jika proses seleksi dan kurasi produk yang dilakukan Alfamart cukup ketat.
Meski begitu, dia juga memotivasi pelaku UMKM tak mudah menyerah sehingga produknya bisa naik kelas.
"Semoga para pelaku UMKM ini bisa dapatkan kesempatan untuk naik kelas," tuturnya.
Bupati Tika juga menegaskan pelaku UMKM yang memiliki omset di bawah Rp500 juta per tahun tak dikenakan pajak pendapatan.
"Yang omsetnya lebih dari Rp500 juta yang kami tarik pajak pendapatannya," ujarnya.
Kabid UMKM Disdag Kabupaten Kendal, Lytria Wandwiati menerangkan, pelatihan difokuskan untuk penataan packaging serta pengelolaan keuangan.
Tujuannya agar produk UMKM Kendal tak hanya bagus di kualitas, tapi juga siap bersaing di rak ritel.
"Ada 50 pelaku UMKM yang ikut pelatihan dan harapan kami semoga setelah ini mereka bisa masuk pasar ritel," imbuhnya.
Manajer Alfamart Kendal, Abdi Sulistianto menuturkan, pihaknya membuka peluang lebar bagi produk pelaku UMKM lokal bersaing di 99 ritel di Kendal.
Namun pihaknya juga menerapkan seleksi ketat terhadap produk yang akan masuk, terutama kesiapan stok dan pasokan.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Kendal Serahkan Santunan, Bupati Tika: Terus Lindungi Pekerja Rentan
• Bupati Tika Tak Bosan Sosialisasi Penanganan Sampah ke Desa: Kendal Sudah Overload
Dia menegaskan, program ini terbuka untuk semua UMKM Kendal. Syaratnya jelas, yakni produk harus memenuhi standar harga, kualitas, dan memiliki sertifikasi halal.
“Kalau lolos kurasi, kami bantu pasarkan produknya."
"Kalau sudah ACC manajemen, produknya juga bisa masuk ke 481 toko Alfamart di seluruh cabang Semarang,” jelasnya.
Pelaku UMKM Kendal, Neni Krismiati mengatakan, dirinya baru pertama kali mengikuti seleksi produk Alfamart. Selama ini dia hanya mengandalkan penjualan online dan kebutuhan Lebaran.
"Saya sudah lima tahun menggeluti usaha ini dan baru pertama kali ikut acara. Semoga bisa lolos," sambungnya.
Warga Kaliwungu Kendal itu juga senang produk roti egg roll miliknya yang dipajang dalam pameran.
Dalam sehari, dia bisa memproduksi 10 kaleng roti egg roll. Jumlah itu bisa lebih banyak sesuai pesanan yang diterima.
"Kalau untuk kemasannya memang saya masih ambil dari online, belum sendiri. Tapi kalau packing aman," tandasnya. (*)