Santriwati di Pekalongan Melahirkan, Mengaku Tak Pernah Berhubungan, Ungkap Mimpi Aneh: Ini Takdir
ninda iswara May 26, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Peristiwa yang terjadi di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, menyita perhatian warga setelah seorang santriwati berinisial F (22) diketahui melahirkan seorang bayi.

Kabar tersebut menjadi sorotan karena pihak keluarga mengaku putrinya tidak pernah berhubungan dengan laki-laki sebelumnya.

Pasca kejadian itu, jajaran kepolisian bergerak memberikan pendampingan kepada korban beserta keluarganya guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.

Pihak keluarga disebut masih memilih menutup diri dan belum banyak memberikan keterangan kepada publik terkait peristiwa yang terjadi.

Karena itu, Polres Pekalongan memprioritaskan dukungan emosional agar kondisi mental keluarga dapat kembali stabil.

Kasi Humas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, membenarkan bahwa F merupakan warga Karangdadap.

Baca juga: Misteri Santriwati di Pekalongan Melahirkan Meski Disebut Tak Pernah Berhubungan

Ia juga menjelaskan bahwa F sebelumnya pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren PA yang berada di Kecamatan Buaran.

Selain pendampingan psikologis, kepolisian kini tengah mengupayakan bantuan psikososial untuk korban dan keluarga besarnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi mental serta sosial keluarga setelah kabar itu ramai diperbincangkan masyarakat.

"Upaya dari kita, terkait dengan psikososial," kata Ipda Warsito, melansir dari Kompas.com.

Langkah penanganan ini dilakukan dengan mengirimkan tim khusus yang biasa menangani pemulihan trauma ke rumah F.

Kendati demikian, petugas di lapangan masih kesulitan untuk berkomunikasi lantaran pihak keluarga cenderung defensif.

"Tim trauma healing dari Polres Pekalongan juga kita sudah coba masukkan ke sana. Namun karena ada rasa menutup diri itu kita susah untuk menembus ke keluarganya itu," ujar Warsito.

Meski menghadapi kendala komunikasi, pihak kepolisian sangat memaklumi sikap tertutup yang ditunjukkan oleh keluarga.

Polisi memilih untuk mengedepankan pendekatan yang humanis dan tetap menghormati hak-hak privasi F.

"Kita memaklumi yang tersebut karena psikologisnya kan masih terguncang dan lain sebagainya. Kita juga menghormati hak-hak daripada si korban itu sendiri," tutur Warsito.

Kehamilan F sendiri pertama kali diketahui pada September 2025 lalu setelah ia tidak lagi mengalami datang bulan.

Seiring berjalannya waktu, proses persalinan F akhirnya berlangsung di Klinik Imamah, Kecamatan Doro, dan ia melahirkan seorang bayi laki-laki.

Saat ini, bayi tersebut sudah tidak tinggal bersama keluarga F di Karangdadap karena telah diadopsi oleh keluarga yang berdomisili di wilayah Banjarnegara.

Baca juga: Setelah 13 Tahun Bungkam, Santriwati Senior Korban Kiai Ashari Pati Muncul: Kejadian Sejak 2013

MISTERI SANTRIWATI PEKALONGAN - Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada santriwati berinisial F dan keluarganya usai kasus persalinannya menjadi sorotan publik.
MISTERI SANTRIWATI PEKALONGAN - Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada santriwati berinisial F dan keluarganya usai kasus persalinannya menjadi sorotan publik. (Tribunnews Bogor/kolase Istimewa)

Alami Mimpi Aneh

Sejak awal, keluarga memilih pasrah dan tidak berniat mencari tahu siapa pria yang harus bertanggung jawab.

Sepengetahuan keluarga, F tidak memiliki teman dekat pria atau pacar.

"Kami sekeluarga ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan semuanya kepada kuasa Allah. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya," kata S.

Di samping itu, F mengaku sama sekali tidak pernah melakukan kontak fisik dengan laki-laki manapun.

Pihak keluarga meyakini peristiwa ini berkaitan erat dengan rangkaian mimpi yang dialami F.

“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ini adalah kehendak dan takdir Allah semata,” ungkap S.

Menurut cerita S, F sudah sering mengalami mimpi yang tidak biasa secara berulang sejak ia masih tinggal di pondok pesantren hingga kembali ke rumah.

“Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah," katanya.

S menceritakan mimpi mengenai kehamilan itu terus dialami oleh putrinya hingga hari persalinan tiba.

"Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” tutur S.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.