Tribunlampung.co.id, Pringsewu — Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang dan saat pelaksanaan Idul Adha guna memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Dwi Nurkhalim mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan seluruh petugas lapangan di wilayah setempat.
“Alhamdulillah semua berjalan baik. Kami melibatkan seluruh petugas lapangan untuk melakukan pemeriksaan di pengepul hewan kurban dan peternak,” kata Dwi kepada Tribun Lampung, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahapan, yakni sebelum dan sesudah penyembelihan.
Sebelum disembelih, petugas memeriksa kondisi umum hewan untuk mengetahui kesehatan serta memastikan tidak ada gejala penyakit.
Sementara setelah penyembelihan, pemeriksaan dilanjutkan pada organ dalam hewan kurban seperti hati, paru-paru, jantung, dan ginjal untuk mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan.
Menurut Dwi, berdasarkan hasil pemeriksaan, hewan kurban yang diperiksa tidak ditemukan mengalami gejala penyakit.
Secara umum, stok hewan kurban di Kabupaten Pringsewu dalam kondisi sehat dan layak.
Sebagai upaya pencegahan penyakit, Dinas Pertanian juga telah melakukan pemberian obat cacing sejak April kepada calon hewan kurban milik pengepul maupun peternak yang telah terdata.
“Rata-rata hewan kurban dalam keadaan sehat dan baik,” ujarnya.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan organ yang tidak layak konsumsi, petugas akan merekomendasikan organ tersebut untuk dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
Selain pemeriksaan kesehatan, hewan kurban yang telah diperiksa juga dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan sebagai bukti kelayakan.
Meski demikian, Dinas mengakui masih menghadapi kendala berupa keterbatasan tenaga pemeriksa dan belum optimalnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan hewan kurban agar dilakukan pemeriksaan kesehatan.
Dirinya mengimbau masyarakat memilih hewan kurban yang sehat serta berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan guna memastikan keamanan daging kurban yang dikonsumsi.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)