Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Antisipasi lonjakan konsumsi gas melon saat libur nasional dan momentum Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengajukan penambahan fakultatif Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji ukuran 3 kilogram.
Pemerintah mengajukan penambahan sebesar 300 persen dari alokasi harian kepada PT Pertamina Patra Niaga.
Staf Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Wibowo, mengatakan tambahan fakultatif akan mulai direalisasikan secara bertahap pada akhir Mei 2026.
“Rabu besok terealisasi 64 persen, sedangkan sisanya kami sebar pada tanggal 28 sampai 30 Mei sehingga totalnya menjadi 100 persen,” ujar Wibowo, Selasa (26/5/2026).
Wibowo mengatakan, penambahan distribusi LPG 3 kilogram diperlukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama untuk memasak daging kurban saat Idul Adha.
Ia mengatakan, pada 24 April 2026, melalui surat resmi Nomor 500/660 tertanggal 24 April 2026, Pemkab Karanganyar mengajukan permohonan fakultatif LPG 3 kilogram kepada Pertamina Cabang DIY.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa lonjakan konsumsi diprediksi terjadi pada libur nasional tanggal 1, 14, dan 27 Mei 2026.
Baca juga: Gelar Evaluasi, Agen PESIAR Komitmen Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN
Tambahan alokasi LPG 3 kilogram nantinya akan didistribusikan kepada seluruh agen LPG di wilayah Kabupaten Karanganyar agar kebutuhan masyarakat tetap tercukupi dan tidak terjadi kelangkaan di tingkat pengecer.
“Kami berharap distribusi tambahan LPG dapat berjalan lancar sehingga masyarakat tidak kesulitan memperoleh gas bersubsidi selama momentum hari besar keagamaan dan libur nasional,” kata dia. (*)