Kasus PMK di Boyolali Tak Buat Permintaan Lesu, Pedagang Sapi Justru Kehabisan Stok H-2 Idul Adha
Vincentius Jyestha Candraditya May 26, 2026 04:20 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Adanya catatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali tidak membuat penjualan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah lesu.

Justru sebaliknya, permintaan hewan kurban di sejumlah lapak ternak mengalami lonjakan hingga stok sapi milik pedagang habis terjual.

SAPI JUMBO - Bejo, sapi jenis Brahma asal Mojosongo, Boyolali terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Bejo berumur 3,5 tahun dengan bobot mencapai 1,2 ton dan berhasil menyisihkan tiga sapi lainnya yang sebelumnya diajukan untuk seleksi sapi Banpres.
SAPI JUMBO - Bejo, sapi jenis Brahma asal Mojosongo, Boyolali terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Bejo berumur 3,5 tahun dengan bobot mencapai 1,2 ton dan berhasil menyisihkan tiga sapi lainnya yang sebelumnya diajukan untuk seleksi sapi Banpres. (Dok. Istimewa)

Kondisi tersebut dialami sejumlah pedagang sapi di Boyolali.

Tingginya permintaan terjadi meski Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mencatat ada 51 kasus PMK sejak awal tahun hingga Mei 2026.

Pedagang Kewalahan

Salah satu pedagang sapi asal Banyudono, Santoso, mengaku kewalahan melayani permintaan pembeli yang masih terus berdatangan menjelang Hari Raya Kurban.

“H-2 idul adha ini masih ada yang tanya. Tapi saya sudah kehabisan stok,” kata Santoso.

Lonjakan permintaan hewan kurban terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas jual beli ternak di pasar hewan maupun transaksi daring dengan sistem COD.

Plt Kepala Disnakkan Boyolali, Ahmad Gojali, membenarkan adanya peningkatan kasus PMK di wilayahnya menjelang Iduladha.

Baca juga: Sapi dan Kambing Kurban di Karanganyar Kini Dijual via TikTok, Efek Langsung dari Rupiah Melemah

“Nggih Mas, ada peningkatan,” ujarnya.

Menurut Gojali, tingginya lalu lintas ternak selama musim kurban menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus PMK.

“Tingginya lalu lintas ternak 3-4 bulan menjelang Hari Raya Kurban dapat menyebabkan peningkatan kejadian kasus PMK,” jelasnya.

PMK Tahun Ini Masih Lebih Terkendali

Meski demikian, Disnakkan memastikan kondisi PMK tahun ini masih jauh lebih terkendali dibanding gelombang kasus pada akhir 2024 hingga awal 2025 lalu.

Saat itu tercatat ada 452 kasus PMK yang tersebar di 16 kecamatan dengan 151 ternak mati.

“Insyaallah tahun ini lebih terkendali karena kebanyakan ternak kita sudah divaksin sampai dengan booster,” pungkas Gojali.

Baca juga: Sapi Raksasa dari Boyolali Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo, Bobotnya Fantastis!

Untuk menekan penyebaran PMK, Disnakkan Boyolali terus menggencarkan vaksinasi pada ternak sehat.

Hingga 19 Mei 2026, sebanyak 13.500 dosis vaksin telah disalurkan dan ditargetkan mencapai 35 ribu dosis sepanjang tahun ini.

Selain vaksinasi, pengawasan kesehatan hewan kurban juga diperketat di pasar hewan maupun jalur distribusi ternak.

Pemeriksaan fisik, uji laboratorium, hingga pengecekan riwayat vaksinasi dilakukan sebelum penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.