TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana pagi di kawasan Jalan Raja Eyato, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, tampak berbeda menjelang sehari sebelum Idul Adha, Selasa (26/5/2026).
Deretan kambing yang terikat di pinggir jalan menjadi perhatian para pengendara yang melintas.
Tidak sedikit warga yang sengaja berhenti untuk melihat-lihat hingga menanyakan harga hewan kurban tersebut.
Bahkan, beberapa penjual membuka peluang tawar-menawar bagi calon pembeli. Lapak-lapak dadakan itu mulai ramai sejak sepekan terakhir.
Para pedagang membawa lebih banyak ternak dibanding hari biasa karena meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Salah satu penjual kambing, Kadir Sanggulu (48), mengaku memang rutin berjualan kambing di lokasi tersebut.
Namun, khusus menjelang Iduladha, ia memilih lebih sering berjualan di pinggir jalan karena pembeli lebih ramai.
Dalam keterangannya, Kadir mengatakan aktivitas jualannya berpindah-pindah menyesuaikan kondisi.
"Kadang saya jualan di sini, kadang di pasar, kadang di kandang juga ada," ujarnya.
Kadir diketahui berasal dari Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.
Ia mengatakan momentum Idul Adha selalu menjadi waktu paling ramai untuk berjualan kambing.
"Kalau haji begini tetap jualannya pasti di sini," katanya.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Geram Namanya Dicatut Oknum PPPK RSUD Otanaha, Adhan Dambea: Itu Kurang Ajar
Ia menyebut sejak seminggu sebelum Idul Adha sudah mulai berjualan dengan membawa lebih banyak ternak dari biasanya.
Seluruh kambing yang dijual berasal dari peternak lokal Gorontalo.
Tahun ini, Kadir membawa 20 ekor kambing untuk dijual. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 ekor telah laku dibeli warga. Untuk harganya pun relatif maish cukup terjangkau.
"Harga mulai dari Rp4,5-6,5 juta," jelasnya.
Ia menjual berbagai jenis kambing, mulai dari kambing kacang, etawa, kaligesing hingga kasta. Harga jual ditentukan berdasarkan ukuran dan jenis kambing.
Kadir juga memastikan kambing yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait sehingga layak dijadikan hewan kurban.
Sementara itu, penjual lainnya, Sofyan Kasim (50), juga terlihat sibuk melayani warga yang datang melihat kambing dagangannya.
Sofyan mengatakan dirinya memang rutin berjualan di lokasi tersebut, namun jumlah ternak yang dibawa meningkat saat mendekati Idul Adha.
Pria asal Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu mengaku membawa 15 ekor kambing tahun ini.
"Ada 15 ekor yang saya jual, baru empat yang laku," ujarnya.
Ia mengatakan harga kambing yang dijual cukup bervariasi, menyesuaikan ukuran dan jenis ternak.
"Yang paling murah ada Rp1,7 dan mahal Rp 6,5 jt," katanya.
Menurut Sofyan, kondisi penjualan tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Aktivitas jual beli biasanya mulai ramai saat sore hingga malam hari.
"Paginya memang sepi, namun menjelang sore dan malam bisa ramai," ungkapnya.
Bahkan, para penjual kerap bertahan hingga larut malam demi melayani warga yang mencari hewan kurban di waktu terakhir menjelang Idul Adha.
"Biasanya sampai jam 12 malam, apalagi besok sudah mau lebaran," pungkasnya. (*)