Bawaslu Buleleng Perkuat Komunikasi Publik di Tengah Keterbatasan SDM
Aloisius H Manggol May 26, 2026 05:03 PM

 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bawaslu Buleleng berupaya memperkuat komunikasi publik di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dengan menggelar pelatihan produksi konten digital berbasis smartphone, Selasa (26/5/2026). Kegiatan itu digelar bekerja sama dengan Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) di Kantor Bawaslu Buleleng.

Pelatihan tersebut diikuti seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Buleleng sebagai upaya meningkatkan kapasitas internal dalam pengelolaan komunikasi publik dan produksi konten digital di era media sosial.

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengatakan penguatan kemampuan kehumasan menjadi langkah strategis di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini didominasi media digital. Menurutnya, keterbatasan SDM tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Baca juga: 45 Titik Salat Idul Adha di Denpasar, MUI Bali Ajak Umat Pererat Kerukunan Melalui Kurban

"Keterbatasan SDM menjadi tantangan bagi kami, tetapi hal itu tidak menyurutkan komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Pemahaman mengenai produksi konten dan komunikasi publik menjadi penting agar informasi kelembagaan dapat tersampaikan secara efektif dan mudah dipahami masyarakat," ujarnya.

Carna menambahkan, kerja-kerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu perlu didukung kemampuan komunikasi yang baik agar informasi kelembagaan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga mampu membangun kedekatan dan kepercayaan publik.

Baca juga: ABG di Karangasem Iseng Telepon 110, Nekat Maki Polisi, Begini Nasibnya 

Dalam pelatihan itu peserta dibekali keterampilan dasar memproduksi konten digital menggunakan smartphone. Mulai dari teknik pengambilan gambar hingga strategi pengemasan konten untuk media sosial dan berbagai kanal informasi digital.


Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Hindu IMK, I Gusti Ngurah Aan Darmawan, menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan kampus. Menurutnya, komunikasi publik kini tidak lagi hanya menjadi tugas bagian humas, melainkan tanggung jawab seluruh unsur dalam lembaga.


"Humas saat ini adalah semua yang ada di dalam lembaga. Setiap pegawai memiliki peran membentuk citra institusi melalui cara berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada publik," katanya. (mer)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.