Zikir Doa Hari Arafah Sesuai Sunnah Rasulullah: Laa Ilaaha Illaalaah Wahdahu Laa Syariikalah
Pipit Maulidya May 26, 2026 05:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa.

Pada hari ini, jutaan jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah, sementara umat Muslim yang tidak berhaji disunnahkan untuk berpuasa dan memperbanyak zikir serta doa.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Lantas, bagaimanakah bacaan doa Hari Arafah sesuai sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?

Keutamaan Doa di Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya di hadapan para malaikat dan membebaskan banyak manusia dari api neraka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku, adalah ucapan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.” (HR. Tirmidzi).

Membaca doa ini di hari Arafah bukan hanya merupakan bentuk pengakuan tauhid kepada Allah, tetapi juga sarana untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan yang melimpah.

Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H dan Bacaan Niatnya, Jatuh Pada 26 Mei 2026

Bacaan Doa Hari Arafah: Arab, Latin dan Terjemahan

Berikut adalah teks lengkap doa atau zikir yang sangat dianjurkan dibaca pada hari Arafah sesuai sunnah Rasulullah SAW:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Teks Latin: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan bagi-Nya lah segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kapan Waktu Terbaik Membacanya?

Doa hari Arafah dapat dipanjatkan sepanjang hari pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Namun, waktu yang paling utama adalah setelah masuk waktu Dzuhur hingga terbenamnya matahari (waktu wukuf).

Bagi umat Muslim di Indonesia, momen ini bisa dimanfaatkan sejak siang hari hingga masuk waktu Maghrib.

Mengapa Doa Ini Begitu Istimewa?

Meskipun lafaz di atas lebih bersifat zikir atau pengagungan kepada Allah (Thana’), para ulama menjelaskan bahwa menyebut pujian kepada Allah pada waktu-waktu mulia seperti hari Arafah adalah cara terbaik sebelum memohon hajat pribadi.

Ketika seorang hamba mengakui keesaan Allah dan memuji-Nya dengan ikhlas, maka pintu-pintu langit akan terbuka, sehingga doa-doa yang dipanjatkan setelahnya menjadi lebih mudah dikabulkan (mustajab).

Amalan Lain di Hari Arafah bagi Umat Muslim

Selain memperbanyak bacaan La ilaha illallah, berikut adalah beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan:

  • Puasa Arafah: Bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, puasa ini dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
  • Memperbanyak Istighfar: Memohon ampunan atas segala kesalahan di hari pembebasan dari api neraka.
  • Berdoa untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat: Setelah membaca zikir utama di atas, sampaikanlah segala hajat pribadi Anda dengan penuh keyakinan.
  • Menjaga Lisan dan Pandangan: Menjaga diri dari perbuatan maksiat agar keberkahan hari Arafah terjaga.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.