Waspada Limbah Usai Pemotongan Hewan Kurban, RPH Basirih Banjarmasin Ingatkan Bahaya Bakteri
M.Risman Noor May 26, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masalah limbah hewan kurban Idul Adha 2026 menjadi perhatian pemerintah kota Banjarmasin.

Masyarakat, panitia, dan shohibul kurban diharapkan memperhatikan pengolahan limbah bekas hewan kurban. 

Ketua UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih Banjarmasin, drh. Annang Dwijatmiko, mengajak warga untuk memperhatikan pengolahan limbah darah dan kotoran dari hewan kurban.  

"Untuk pengolahan limbah, terutama darah ya, bisa ditampung dengan ember ataupun dibuatkan sumur serapan. Nah itu kalau sudah selesai nanti ditaburi dengan kapur, setelah itu ditimbun, baru dikasihkan kapur lagi dan disemprot disinfektan di sekelilingnya," ujar drh. Annang.  

Adapun kotoran hewan kurban masih bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk.  

"Untuk kotorannya bisa dijadikan pupuk dengan cara pemberian EM4 Peternakan, nanti diolah sedemikian rupa, biasanya itu ditutup dengan plastik, lalu secara alami menjadi pupuk oleh bakteri dari EM4-nya," jelas drh. Annang.  

Baca juga: Aksi Bergizi di SMAN 11 Banjarmasin, Pemprov Kalsel Ajak Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini 

Baca juga: Bacaan Takbiran Idul Adha Sambut Hari Raya Qurban 2026, Buya Yahya Jelaskan Beda dengan Idul Fitri

Pengolahan darah dan kotoran hewan kurban dengan baik dinilai mampu mencegah masalah kesehatan dan kerusakan lingkungan.  

"Darah itu memang cenderung menjadi tempat bakteri tumbuh. Jadi semua bakteri bisa hidup di darah. Itu bisa menyebabkan infeksi ataupun penyakit-penyakit lain yang bisa menyerang manusia maupun hewan lain. Nah itu yang kita harapkan semoga tidak ada kejadian penyakit zoonosis, penyakit yang menular dari hewan ke manusia," tegasnya.  

Masyarakat, panitia kurban, dan shohibul kurban diharapkan memperhatikan adab pelaksanaan kurban sesuai syariat sekaligus menjaga dengan baik pengolahan darah dan kotoran hewan kurban.  

"Makanya kita harapkan kepada masyarakat, terutama panitia kurban, ketika selesai penyembelihan limbah darahnya diperhatikan benar-benar. Kalaupun ditampung, nanti dibuang secara benar biar tidak mencemari lingkungan ataupun kesehatan masyarakat di sekitar," harap drh. Annang. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.