Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Masyarakat saat ini mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng di tingkat pengecer. Salah satu produk yang dikeluhkan yakni minyak goreng merek MinyaKita.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, A. Musalim Yudha mengatakan, MinyaKita sejak awal bukan merupakan produk minyak goreng bersubsidi dari pemerintah.
Ia menjelaskan, stok MinyaKita sebenarnya tersedia cukup banyak di tingkat produsen. Namun, distribusi pasokan tidak seluruhnya disalurkan melalui Bulog.
"MinyaKita dari dulu tidak pernah disubsidi. Stok sebenarnya banyak di produsen, namun tidak semuanya diserahkan ke Bulog. Sekitar 65 persen masih dikuasai pihak swasta,"ungkap Musalim kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, distribusi melalui jalur swasta membuat pengendalian harga dan pasokan di lapangan menjadi kurang optimal.
Musalim menyebutkan, saat ini stok MinyaKita yang tersedia di Gudang Bulog Cabang Rejang Lebong mencapai 76 ribu liter.
Selain itu, Bulog juga sedang menunggu tambahan pasokan sebanyak 111 ribu liter dari produsen.
"Pasokan dari produsen sejauh ini masih lancar. Saat ini stok di Bulog ada 76 ribu liter dan sedang proses pengiriman tambahan sebanyak 111 ribu liter," ujarnya.
Ia menambahkan, Bulog memiliki mekanisme penyaluran tersendiri dalam distribusi MinyaKita.
Dimana, Bulog tidak diperbolehkan menjual langsung kepada masyarakat, melainkan harus melalui pedagang pengecer atau mitra resmi Bulog.
Mitra Bulog Wajib Jual Sesuai HET
Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Bulog telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter.
Musalim mengatakan seluruh mitra Bulog di Rejang Lebong juga telah diminta menandatangani pakta integritas agar mematuhi ketentuan harga tersebut.
"HET MinyaKita sebesar Rp 15.700. Untuk mitra Bulog sudah dibuatkan pakta integritas wajib mematuhi aturan HET,"jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli MinyaKita di mitra resmi Bulog guna mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah.
"Jadi agar dapat harganya sesuai HET kita himbau beli di tempat yang merupakan rekanan kita,"tutupnya.