6 Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha 2026 Berdasarkan Hadist
Novaldi Hibaturrahman May 26, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Umat muslim akan melaksanakan sholat ied hari rayaIdul Adha 1447 hijriyah, pada Rabu (27/5/2026) pagi.

Dari Umar bin Khattab RA: “Shalat Idul Fitri dan Idul Adha itu dua rakaat, sempurna tanpa diqashar, sebagaimana disampaikan melalui lisan Nabi kalian.” (HR. Sunan an-Nasa'i dan Sunan Ibnu Majah)

Sebelum melaksanakan sholat ied, umat muslim perlu memperhatikan amalan-amalan sunnahnya.

Mengutip laman Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut amalan sunnah di Hari Raya Idul Fitri.

1. Mandi Sebelum Shalat Idul Adha

Muslim disunnahkan untuk mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Adha.

Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan diri sekaligus mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya dalam keadaan suci dan segar.

Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Selain menjaga kebersihan, mandi sunnah juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian untuk Shalat Idul Adha

Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian ketika berangkat menuju tempat shalat Id.

Sunnah ini menunjukkan rasa syukur dan kegembiraan atas datangnya hari raya.

Dalam sebuah hadis, Ali bin Abi Thalib RA berkata bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya memakai pakaian dan wewangian terbaik pada dua hari raya.

Namun, pakaian terbaik tidak harus baru atau mahal, melainkan bersih, rapi, dan pantas digunakan untuk beribadah.

3. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum shalat Id, pada Hari Raya Idul Adha umat Islam disunnahkan menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Idul Adha.

Rasulullah SAW biasa tidak makan sebelum berangkat shalat Idul Adha dan baru makan setelah pulang dari shalat.

Dari Buraidah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau pulang dari shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hikmah dari sunnah ini adalah agar umat Islam dapat menikmati makanan dari daging kurban setelah ibadah selesai dilaksanakan, sehingga semakin terasa makna pengorbanan dan kebersamaan pada hari raya.

4. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat Idul Adha

Rasulullah SAW juga mencontohkan berjalan kaki ketika berangkat menuju tempat shalat Idul Adha.

Sunnah ini mengandung banyak hikmah, di antaranya mempererat silaturahmi karena dapat bertemu sesama Muslim di perjalanan, sekaligus menjadi bentuk kesederhanaan dan kerendahan hati.

Selain itu, berjalan kaki juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak takbir dan dzikir sepanjang perjalanan menuju tempat shalat Id.

Ibnu Umar ra. berkata: "Rasulullah SAW biasa berangkat sholat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki.” (HR. Ibnu Majah no. 1295)

5. Mengumandangkan Takbir

Mengumandangkan takbir merupakan salah satu syiar terbesar pada Hari Raya Idul Adha.

Takbir Idul Adha dimulai sejak fajar tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah hingga akhir hari tasyrik pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Suara takbir yang berkumandang di masjid, rumah, maupun jalan-jalan menciptakan suasana penuh kebesaran dan kebahagiaan dalam menyambut hari raya.

6. Pergi dan Pulang Shalat Idul Adha Mengambil Jalan Berbeda

Rasulullah SAW juga mencontohkan mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat Id.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi SAW melalui jalan berbeda saat pergi dan pulang shalat Id.

Dari sahabat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: “Nabi SAW ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR. Bukhari no. 986)

Para ulama menjelaskan sunnah ini memiliki banyak hikmah, seperti memperluas syiar Islam, memperbanyak silaturahmi, serta agar lebih banyak tempat menjadi saksi amal ibadah seorang Muslim pada hari kiamat.

Baca juga: Hukum Panitia Qurban Memasak Daging Kurban untuk Makan Siang Menurut Ustaz

Baca juga: Contoh Kata Sambutan Ketua Panitia Kurban Idul Adha 2026 yang Singkat

Baca juga: Kumpulan Ucapan Malam Takbiran Idul Adha 2026 Bahasa Inggris dan Artinya, Bagikan ke Orang Terdekat

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.