TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana pagi yang semula tenang di kawasan Pekalongan mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang warga diduga menjadi korban modus penjualan paksa barang elektronik.
Peristiwa itu terjadi usai korban pulang dari Pasar Banjarsari pada Sabtu pagi (24/5/2026).
Korban diketahui baru saja tiba di rumah bersama anaknya yang masih duduk di bangku kelas 4 SD.
Tanpa disadari, keduanya ternyata didatangi dua pria tak dikenal yang membawa sejumlah barang elektronik.
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Selasa (26/5/2026), awalnya, korban mengira barang-barang tersebut diberikan secara gratis atau sebagai hadiah promosi.
Kedua pria itu disebut bersikap ramah dan terus meyakinkan korban agar menerima barang bawaan mereka.
Namun suasana mulai berubah ketika para pria tersebut tiba-tiba meminta pembayaran dengan nominal mencapai sekitar Rp2 juta.
Tak hanya meminta uang, korban juga diminta menandatangani materai di hadapan mereka.
Pihak keluarga yang melihat kejadian itu mengaku korban tampak kebingungan dan sangat ketakutan.
Diduga, tekanan psikologis sengaja dilakukan agar korban menuruti seluruh permintaan pelaku.
Baca juga: Pengakuan Santriwati di Pekalongan Melahirkan Tapi Tak Pernah Berhubungan, Ayah Ikhlas: Ini Takdir
Korban bahkan disebut sempat diancam akan dibawa ke kantor polisi apabila menolak membayar barang tersebut.
Ancaman itu membuat suasana rumah semakin mencekam dan membuat korban sulit berpikir jernih.
Tak berhenti sampai di situ, korban juga disebut diminta menjual cincin miliknya demi membeli barang elektronik yang ditawarkan.
Kondisi itu membuat keluarga semakin panik dan segera menghubungi kerabat serta pihak kepolisian.
Mengetahui keluarga mulai meminta bantuan, kedua pria tersebut langsung berubah gelagat.
Baca juga: Sejoli Kepergok Tidur di Bendungan Brondong Pekalongan, Warga Resah Lokasi Kerap Jadi Tempat Bolos
Mereka buru-buru meninggalkan rumah sambil membawa kembali seluruh barang elektronik yang sebelumnya dipaksa untuk dibeli korban.
Suasana tegang baru sedikit mereda setelah para pelaku pergi dari lokasi.
Sekitar 30 menit kemudian, aparat kepolisian datang ke rumah korban untuk memastikan laporan dan memberikan ketenangan kepada keluarga.
Kasus dugaan modus penjualan paksa tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar karena dinilai sangat meresahkan masyarakat.
Warga pun diimbau agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang menawarkan barang dengan cara memaksa, terutama di sekitar area pasar dan permukiman.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)