Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta Siapkan 21 Rangkaian Agenda Seni hingga Agustus 2026
Joko Widiyarso May 26, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menggelar peringatan Dies Natalis ke-42 dengan tema 'Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence (AI)' selama Mei-Agustus 2026. 

Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, mengatakan, tema yang diusung tersebut dipilih untuk mengingatkan publik bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, harus tetap dibaca melalui perspektif etika, rasa, dan kemanusiaan.

"Rangkaian Dies Natalis ke-42 menghadirkan 21 kegiatan publik yang bergerak dari forum akademik, seminar nasional, pameran seni rupa dan desain, penayangan karya seni media rekam, workshop, simposium internasional, festival, konser, pergelaran tari, festival teater, hingga pentas akbar dan pesta rakyat," katanya, saat jumpa pers di lobby Rektorat ISI Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).

Keseluruhan agenda itu memperlihatkan karakter ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terus menghubungkan tradisi, inovasi, teknologi, dan nilai kemanusiaan. 

Apalagi, Dies Natalis tahun ini juga menjadi kesempatan bagi ISI Yogyakarta untuk menunjukkan bahwa seni memiliki kapasitas untuk beradaptasi, mengkritisi, sekaligus bersinergi dengan teknologi secara bermakna.

"Di tengah percepatan AI, tugas kampus seni bukan hanya mengikuti teknologi, tetapi memastikan teknologi tetap berhubungan dengan rasa, pengalaman manusia, dan nilai kebudayaan," jelas Irwandi. 

Melalui Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta ingin menghadirkan seni sebagai ruang refleksi kritis sekaligus kekuatan kreatif yang memberi arah bagi masa depan yang lebih manusiawi. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi seni perlu hadir sebagai ruang yang menjaga martabat manusia di tengah dominasi logika algoritmik.

"Karya seni, riset artistik, arsip, pertunjukan, dan kolaborasi lintas budaya adalah cara ISI Yogyakarta berbicara kepada dunia. Dies Natalis ini kami tempatkan sebagai panggung bersama untuk memperlihatkan bahwa seni tetap menjadi pengetahuan yang hidup, relevan, dan berdampak bagi masyarakat," tutur dia.

Rangkaian Dies Natalis

Adapun rangkaian pelaksanaan Dies Natalis berupa Layar Nada: Festival Film Dokumenter Musik pada 11-13 Mei 2026, Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-42 pada 3 Juni 2026, dan Seminar Nasional Dialektika Seni dan AI pada 17 Juni 2026.

"Kemudian ada Pameran FSRD dan Penayangan FSMR pada 20-26 Juni 2026, International Djogja Earthsound Fest 2026 pada 21-25 Juli 2026, serta Pentas Akbar dan Pesta Rakyat pada 29-30 Agustus 2026," terangnya.

Puncak akademik Dies Natalis akan ditandai dengan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ISI Yogyakarta ke-42 pada 3 Juni 2026 di Concert Hall ISI Yogyakarta. Dalam agenda tersebut, Dr. Mikke Susanto, S.Sn., M.A. dijadwalkan menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Album Foto Keluarga: Kita, Tata Kelola Arsip, dan Algoritma”.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ISI Yogyakarta ingin memperlihatkan bahwa perayaan Dies Natalis tidak berhenti pada seremoni ulang tahun institusi, tetapi menjadi pernyataan publik tentang arah pendidikan tinggi seni di masa depan. 

"Di usia ke-42, ISI Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai kampus seni yang menghidupkan rasa, merawat kebudayaan, membaca teknologi secara kritis, dan menghadirkan seni sebagai kekuatan yang relevan bagi masyarakat," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.