Terungkap: Alasan Gagalnya Kepindahan Mengejutkan Bruno Fernandes ke Tottenham
Rina Kusumawati May 26, 2026 08:12 PM

Bruno Fernandes mengungkapkan bahwa dirinya sempat “sangat dekat” bergabung dengan Tottenham Hotspur sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Manchester United pada tahun 2020. Gelandang internasional Portugal itu juga menanggapi kritik baru-baru ini dari Roy Keane dalam sebuah wawancara jujur di podcast.

Tottenham hampir berhasil merekrut Fernandes

Fernandes mengakui bahwa Tottenham hampir saja mendapatkan tanda tangannya sebelum Sporting membatalkan kepindahan tersebut. Spurs menargetkan sang gelandang pada tahun 2019 ketika mereka mempersiapkan diri untuk era pasca-Christian Eriksen, yang saat itu sudah mendekati akhir masa baktinya di London utara. Manchester United akhirnya menyelesaikan kesepakatan senilai £67,6 juta untuk Fernandes pada Januari 2020, namun pemain asal Portugal itu menjelaskan bahwa situasinya bisa saja berakhir sangat berbeda beberapa bulan sebelumnya.

Fernandes jelaskan kegagalan transfer ke Spurs dan tanggapan terhadap Keane

Dalam podcast The Diary Of A CEO, Fernandes menyebutkan bahwa negosiasi dengan Tottenham sudah berkembang cukup jauh sebelum Sporting memutuskan untuk mempertahankannya. Ia juga mengakui bahwa dirinya sangat ingin pindah karena sudah lama bermimpi bermain di Liga Primer Inggris.

“Ya, saya berbicara dengan Tottenham, dan kami sudah sangat dekat mencapai kesepakatan,” ungkap Fernandes. “Namun, dua hari terakhir bursa transfer, Sporting mengatakan, ‘Kami tidak akan menjualnya. Kami akan mempertahankannya karena kami membutuhkannya.’”

“Ya, karena saya ingin bermain di Liga Primer, karena bagi saya itu adalah liga terbaik di dunia. Liga paling kompetitif. Liga yang ketika kamu tumbuh besar, kamu bermimpi untuk bermain di sana — di stadion penuh penonton, bersama klub-klub besar dan para pemain top.”

“Tentu saja, saya beruntung karena klub impian saya di Inggris adalah Manchester United, dan pada saat itu Tottenham adalah satu-satunya opsi yang saya miliki. Saya sangat senang dengan kemungkinan bergabung karena mereka menunjukkan kepada saya proyek yang sedang mereka jalankan.”

Fernandes tetap menjadi pemain penting meskipun dikritik

Sejak bergabung dari Sporting, Fernandes telah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Manchester United. Ia secara konsisten mencetak gol dan memberikan assist meski performa klub sering naik turun di era pasca-Sir Alex Ferguson. Gaya kepemimpinan dan emosinya di lapangan kerap menimbulkan perdebatan di antara para pengamat, dengan Roy Keane menjadi salah satu pengkritik terkerasnya. Namun, Fernandes menegaskan bahwa ia bisa menerima kritik selama hal itu disampaikan secara adil dan sesuai fakta.

Ia berkata: “Seperti yang selalu saya katakan, saya tidak keberatan dikritik. Saya selalu menerima kritik dari siapa pun dan saya tidak pernah menanggapi apa pun. Orang-orang punya pendapat — baik, buruk, terserah.”

“Yang saya tidak sukai adalah ketika orang berbohong tentang sesuatu, dan dalam kasus Roy Keane, apa yang dia katakan itu salah, karena... entah dia melihat wawancara lain atau dia tidak bisa mengatakan bahwa saya mengucapkan sesuatu yang tidak pernah saya katakan. Untungnya semuanya terekam.”

“Saya menerima kritiknya, saya menerima jika dia menyukai saya sebagai pemain atau tidak, atau menyukai saya sebagai pribadi atau tidak. Namun yang saya tidak sukai adalah ketika dia menaruh kata-kata di mulut saya yang tidak pernah saya ucapkan. Hanya itu yang saya tidak sukai.”

Fernandes fokus memimpin Manchester United ke depan

Fernandes tetap menjadi sosok sentral bagi Setan Merah saat klub berusaha membangun kembali tim dan tampil lebih konsisten di level tertinggi, terutama dengan target kembali ke Liga Champions musim depan. Gelandang asal Portugal itu diperkirakan akan terus memikul tanggung jawab besar dalam menciptakan peluang di lini tengah. Namun sebelum memulai pramusim bersama United, Fernandes terlebih dahulu akan fokus memperkuat tim nasional Portugal dalam kampanye Kualifikasi Piala Dunia 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.