Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Remaja berinisial V (13) yang menjadi korban penusukan oleh teman sekolahnya dilaporkan mengalami pendarahan hebat akibat tiga luka tusuk di tubuhnya.
Kondisinya yang sempat kritis membuat pihak RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung harus menerjunkan tiga dokter spesialis sekaligus demi menyelamatkan nyawa korban.
Manajer Ruang IGD RSUD Abdul Moeloek, Maya Oktavia, mengonfirmasi bahwa korban dievakuasi ke rumah sakit oleh ayahnya pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 11.42 WIB.
Korban mendarat di IGD dalam kondisi bersimbah darah karena menderita dua luka tusuk di pinggang kanan dan satu di bagian punggung.
"Pasien masuk dengan keluhan mengalami tiga luka tusuk. Begitu tiba, tim medis langsung bergerak cepat. Saat dievakuasi korban masih dalam keadaan sadar penuh meski mengalami pendarahan hebat pada luka-lukanya," ujar Maya, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Tabiat Siswa SMP yang Nekat Tusuk Temannya di Bandar Lampung, Terkenal Tertutup
Mengingat tusukan tersebut bersarang di area rawan, dokter jaga IGD langsung menjahit luka luar untuk menyetop darah yang terus mengucur.
Setelah itu, barulah tiga dokter spesialis turun tangan secara bertahap untuk memeriksa kerusakan organ dalam korban.
Dokter bedah umum menjadi tim pertama yang menangani luka luar dan langsung merekomendasikan konsultasi lanjutan.
Kemudian, dokter urologi didatangkan khusus untuk memastikan ginjal dan saluran kemih korban tidak robek akibat tusukan di pinggang kanan.
Terakhir, dokter bedah toraks dikerahkan setelah tim medis mendeteksi adanya udara yang terperangkap di dalam paru-paru korban akibat tusukan di punggung. Tindakan cepat pun langsung dilakukan agar korban bisa kembali bernapas normal.
Setelah berkejaran dengan waktu di ruang IGD, tim medis akhirnya berhasil menstabilkan kondisi V. Remaja malang tersebut kini sudah dipindahkan ke ruang bedah pria untuk menjalani perawatan intensif.
Meski masa kritisnya lewat dan kondisinya dinyatakan stabil, pihak rumah sakit tidak mau kecolongan. Tim medis hingga saat ini masih melakukan pemantauan ketat setiap satu jam sekali untuk mengantisipasi penurunan kadar hemoglobin (Hb) korban.
Antisipasi ini disiapkan agar jika korban mendadak butuh transfusi darah, pihak rumah sakit bisa langsung bertindak tanpa menunda.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )