WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Iklan promosi minuman bersoda bertema Piala Dunia 2026 yang terpampang di dalam gerbong commuter line menuai sorotan dari Perkumpulan Forum Warga Kota Indonesia (FAKTA Indonesia).
Organisasi tersebut menilai keberadaan iklan minuman tinggi gula di ruang transportasi publik bertentangan dengan upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yang tengah digencarkan pemerintah.
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, mengatakan transportasi publik semestinya menjadi ruang aman dan sehat bagi masyarakat, bukan sarana promosi produk yang berisiko terhadap kesehatan.
“Sebagai transportasi publik, kereta api seharusnya menghadirkan ruang yang aman dan sehat bagi masyarakat," kata Ari saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Mulai 1 Juni 2026, Ada Varian Baru Yakult, Rasa Apa Itu?
Menurut Ari, promosi minuman tinggi gula secara masif di ruang tertutup seperti gerbong kereta berpotensi membentuk kebiasaan konsumsi yang tidak sehat, khususnya bagi anak-anak dan remaja.
Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat pengendalian PTM sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai turunan Undang-Undang Kesehatan.
FAKTA Indonesia turut menyoroti tren peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per Februari 2026, kasus diabetes anak meningkat hingga 70 kali lipat dibanding tahun 2010 dan mayoritas terjadi pada kelompok usia 10–14 tahun.
Selain itu, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat sekitar 68,1 persen rumah tangga di Indonesia merupakan konsumen aktif minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).
FAKTA Indonesia juga mengutip pandangan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait pentingnya pembatasan paparan iklan MBDK guna menekan risiko morbiditas dan kematian akibat konsumsi gula berlebih pada anak.
Ari menilai pengaitan promosi minuman bersoda dengan semangat olahraga dan kompetisi internasional dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Menghubungkan minuman tinggi gula dengan gaya hidup sehat dan olahraga justru berisiko menormalisasi pola konsumsi yang berdampak buruk bagi kesehatan generasi muda,” ujarnya.
Ia menegaskan kesehatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama dan tidak dikorbankan demi kepentingan komersial.
Karena itu, FAKTA Indonesia meminta PT KAI mengevaluasi kebijakan promosi minuman bersoda di dalam gerbong kereta dan lebih selektif terhadap materi iklan yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.
“Etika Pariwara melarang iklan barang atau produk yang membahayakan kesehatan diri," katanya.
"Minuman berpemanis dalam kemasan mengandung soda dan gula yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebih."
“Sudah saatnya Indonesia mengatur dan mengawasi konsumsi MBDK karena berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” tutur Ari. (m27)