Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Riau Ingatkan Tata Cara Perlakuan Hewan Kurban yang Benar
M Iqbal May 26, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau mengedukasi masyarakat mengenai tata cara perlakuan hewan kurban sebelum penyembelihan agar sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan (kesrawan) dan syariat Islam.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengingatkan masyarakat, khususnya panitia kurban bahwa proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya soal sah secara agama, tetapi juga harus memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan hewan.

Sebab kata Mimi, perlakuan yang baik terhadap hewan kurban merupakan bagian penting dari ibadah.

“Islam mengajarkan penyembelihan hewan dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menyiksa. Karena itu kami mengajak masyarakat memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan agar ibadah kurban berjalan lebih sempurna, sehat, dan berkah,” ujar Mimi Yuliani Nazir, Senin (26/5/2026).

Dalam panduan tersebut dijelaskan beberapa tahapan penting sebelum penyembelihan. Pertama, hewan kurban harus dipastikan sehat melalui pengecekan kondisi fisik, seperti mata cerah, tidak cacat, dan cukup umur sesuai syariat.

Selain itu, hewan juga harus diberikan pakan dan minum yang cukup sebelum proses penyembelihan guna menjaga kondisi dan stamina hewan.

Dinas Peternakan Riau juga mengingatkan pentingnya pemuasaan atau pengosongan perut hewan sekitar 12 hingga 24 jam sebelum disembelih. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan stres dan mencegah keluarnya kotoran berlebih yang dapat mengotori daging.


“Penanganan hewan harus dilakukan secara lembut. Jangan dipukul, diseret, atau diperlakukan kasar karena dapat membuat hewan stres dan memengaruhi kualitas daging,” jelas Mimi.


Tak hanya itu, pisau untuk penyembelihan juga harus dipastikan tajam dan tidak diasah di depan hewan kurban untuk menghindari stres visual pada hewan.


Dalam panduan tersebut, masyarakat juga diimbau merebahkan hewan dengan posisi yang benar dan membaca doa serta niat sebelum penyembelihan dilakukan.


Menurut Mimi, edukasi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Riau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan kurban yang sesuai syariat sekaligus memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.


“Kami berharap pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lebih baik, hewan diperlakukan dengan layak, masyarakat mendapatkan daging yang sehat, dan nilai ibadahnya juga semakin maksimal,” katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.