700 GB Data Dicuri, Hacker Pro-Iran Diduga Bobol Sistem Transportasi Los Angeles
Hasiolan Eko P Gultom May 27, 2026 12:38 AM

700 GB Data Dicuri, Hacker Pro-Iran Diduga Bobol Sistem Transportasi Los Angeles

 

TRIBUNNEWS.COM - Sistem transportasi publik Los Angeles dilaporkan menjadi sasaran serangan siber besar yang menyebabkan sekitar 700 gigabyte data internal dicuri dan sebagian bocor ke internet.

Insiden yang pertama kali terdeteksi pada Maret 2026 itu memaksa beberapa sistem digital milik Los Angeles County Metropolitan Transportation Authority (LACMTA) sempat offline dan mengganggu layanan transportasi publik di kota tersebut.

Meski operasional kereta dan bus tetap berjalan, sejumlah sistem digital mengalami gangguan.

Baca juga: Ketegangan Memanas Lagi, Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata di Hormozgan

Layar informasi kedatangan kereta di beberapa stasiun dilaporkan tidak berfungsi, sementara penumpang sempat kesulitan mengisi ulang kartu pembayaran transportasi.

Serangan ini kini menjadi perhatian serius karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang belakangan tidak hanya terjadi secara militer, tetapi juga di ruang siber.

Perusahaan keamanan siber asal Tel Aviv, Gambit Security, menyebut bukti forensik digital mengarah pada kelompok hacker pro-Iran bernama “Ababil of Minab”.

Menurut laporan Reuters, kelompok tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran, meski hingga kini Teheran belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.

Direktur intelijen ancaman Gambit Security, Eyal Sela, mengatakan hubungan kelompok itu dengan Iran selama ini memang sudah menjadi dugaan banyak analis keamanan siber.

“Apa yang ditambahkan riset kami adalah bukti forensik yang mendukung dugaan tersebut,” ujar Sela.

Kelompok hacker itu juga disebut mengklaim bertanggung jawab atas penghapusan sejumlah data penting sistem transportasi dalam operasi yang mereka sebut sebagai serangan destruktif.

Data yang dicuri dilaporkan mencakup email internal, file cadangan sistem, hingga dokumen operasional penting yang kemudian ditemukan bocor secara online.

FBI menyatakan sedang bekerja sama dengan berbagai lembaga keamanan dan pakar siber untuk menyelidiki kasus tersebut.

Sementara pihak LACMTA menolak berspekulasi soal siapa pelaku di balik serangan sebelum investigasi selesai.

Serangan terhadap sistem transportasi Los Angeles ini menambah daftar panjang dugaan operasi siber yang dikaitkan dengan kelompok pro-Iran sejak konflik Timur Tengah kembali memanas tahun ini.

Kelompok Ababil sebelumnya juga mengaku menyerang jaringan transportasi Tri-Rail di Florida Selatan, perusahaan pelacak kendaraan Vyncs, hingga perusahaan infrastruktur Saudi, Unimac.

Peneliti keamanan menilai infrastruktur publik seperti transportasi, energi, dan komunikasi kini semakin rentan menjadi target dalam konflik geopolitik modern.

Perang siber sendiri semakin sering digunakan sebagai alat tekanan antarnegara karena mampu melumpuhkan layanan vital tanpa harus melibatkan serangan militer langsung.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru di AS dan negara-negara Barat terkait keamanan infrastruktur kritis di tengah eskalasi konflik global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.