TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Pekanbaru–Dumai KM 70+600 Jalur A, Selasa (26/5/2026) siang.
Kendaraan yang mengangkut cairan infus itu rebah ke badan jalan usai mengalami pecah ban belakang sebelah kiri.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Dua orang di dalam kendaraan hanya mengalami luka ringan berupa lecet-lecet dan langsung mendapat penanganan petugas.
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.50 WIB.
Saat itu kendaraan bernomor polisi BM 8823 TV dikemudikan Iwan Gunawan (30), warga Tenayan Raya, Pekanbaru, dari arah gerbang Tol Pekanbaru menuju Tol Pinggir.
“Setibanya di KM 70+600 Jalur A, kendaraan mengalami pecah ban belakang sebelah kiri sehingga pengemudi kehilangan kendali. Mobil kemudian oleng ke kiri dan rebah di badan jalan,” kata AKBP Eko Baskara.
Selain pengemudi, seorang penumpang bernama Suri (29), warga Jalan Air Hitam, Pekanbaru, turut berada di dalam kendaraan saat kejadian.
Kerugian material akibat kecelakaan ditaksir mencapai Rp15 juta.
AKBP Eko Baskara menjelaskan, personel PJR yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, menolong korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan unit terkait di wilayah Pinggir, Bengkalis.
Terkait kejadian ini, ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama memeriksa tekanan dan kelaikan ban.
“Ban menjadi salah satu komponen vital saat berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Pengemudi kami minta rutin mengecek kondisi ban, tidak membawa muatan melebihi kapasitas, serta segera menepi jika merasakan gejala kendaraan tidak stabil,” ujarnya.
AKBP Eko turut mengapresiasi peran pengelola jalan tol, PT Hutama Karya (HK), yang dinilai proaktif membantu penanganan di lapangan sebagai mitra kerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan tol.
“Sinergi antara petugas kepolisian dan pihak pengelola tol sangat penting untuk memastikan penanganan kecelakaan berjalan cepat, sehingga arus lalu lintas tetap aman dan lancar,” tutupnya.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)