Lampung Dapat Alokasi Dana Rp1,4 Triliun, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Noval Andriansyah May 26, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung hampir bisa dipastikan mendapat alokasi dana segar sebesar Rp1,4 triliun dari pemerintah pusat untuk sektor pertanian. 

Anggaran fantastis ini digelontorkan demi mendukung penuh ambisi Lampung yang kini resmi ditunjuk sebagai satu di antara tulang punggung utama dalam menyukseskan swasembada pangan nasional.

Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian (Kementan), Tin Latifah menegaskan, pemerintah memberikan target yang jauh lebih besar, karena Lampung dinilai punya potensi luar biasa dalam menopang kebutuhan 'isi piring' masyarakat Indonesia.

“Lampung dipercaya menjadi pendukung utama, tulang punggung tercapainya swasembada pangan nasional,” ujar Tin Latifah dalam rapat koordinasi peningkatan produksi pangan di Gedung Pusiban, Selasa (26/5/2026).

Kepercayaan pusat ini bukan tanpa alasan. Rapor sektor pertanian Bumi Ruwa Jurai terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, produksi padi Lampung menyentuh 2,7 juta ton gabah kering giling (GKG), dan melesat ke angka 3,2 juta ton pada 2025, alias naik 16,5 persen sekaligus memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Lampung.

Baca juga: Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama dengan PT Sang Hyang Seri

Produksi berasnya pun ikut terkerek dari 1,5 juta ton di 2023 menjadi 1,8 juta ton di 2025.

Hebatnya lagi, saat provinsi lain mulai megap-megap dan masuk zona merah alias defisit, evaluasi sementara BPS mencatat produksi beras Lampung periode Januari hingga Juni 2026 ini diperkirakan masih tumbuh positif di angka 5,51 persen.

Begitu juga dengan luas tambah tanam periode Oktober 2025 hingga April 2026 yang tumbuh 5,42 persen, membuat Lampung bertengger di posisi empat besar nasional.

Meski di atas angin, Kementan meminta Lampung tidak jemawa, karena tantangan berat ada pada musim tanam kedua (Mei-September).

Apalagi, bulan Mei ini ada target luas tanam 80.005 hektare yang harus dikejar. Terlebih, beberapa daerah terpantau masih menyumbang defisit luas tanam, seperti Lampung Timur (3.228 hektare), Way Kanan (1.129 hektare), Tulang Bawang Barat (785 hektare), dan Tanggamus (42 hektare).

Untuk mengejar target total luas tanam 850 ribu hingga 1 juta hektare, pada tahun 2026 inilah dana Rp1,4 triliun tersebut disiapkan. 

Anggaran jumbo ini nantinya dipakai untuk membiayai program cetak sawah baru, perbaikan irigasi, bantuan benih padi untuk 119 ribu hektare, pembasmian hama (OPT), hingga pengembangan jagung dan kedelai.

Namun, Tin Latifah mengingatkan pemerintah daerah untuk bergerak cepat menjemput bola agar dana tersebut bisa segera cair.

“Bantuan tidak akan sampai kalau tidak diusulkan. Harus diusulkan, diverifikasi, divalidasi, baru kemudian disalurkan,” tegasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.