TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sosok Bripda Muhammad Kadafi kini tengah jadi sorotan netizen.
Polisi muda itu viral di media sosial karena membantu menebus jenazah bayi yang ditahan di rumah sakit.
Tak hanya itu saja, Bripda Muhammad Kadafi juga ikut mengantarkan sang bayi ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Dilansir dari Instagram @korpolairud, Selasa (26/5/2026), seorang balita bernama Keyvano Affinata Alfarez, berusia 5 bulan 5 hari, dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Palembang, Sumatera Selatan.
Karena terkendala biaya administrasi rumah sakit, pihak keluarga pun belum dapat membawa pulang jenazah sang bayi.
"Diketahui, balita tersebut belum memiliki BPJS Kesehatan karena pihak keluarga masih dalam proses pengurusan kartu keluarga.
Kondisi tersebut membuat seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh pihak keluarga," tulis akun tersebut.
Ibu korban kemudian berusaha mencari bantuan dana demi sang anak bisa dimakamkan dengan layak.
Sudah berusaha selama sepuluh jam, tapi belum juga membuahkan hasil.
"Sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, pihak keluarga melalui sang ibu bersama rekan-rekannya berupaya mencari bantuan donasi dengan berkeliling karena keterbatasan ekonomi untuk menyelesaikan biaya rumah sakit dan penebusan jenazah," tulis akun itu lagi.
Akhirnya kabar mengenai jenazah bayi yang belum bisa dibawa pulang itu pun tersebar dari mulut ke mulut.
"Terdengarlah kabar bahwa orang tua pasien sedang berusaha mengumpulkan dana ke sana kemari namun belum juga mencukupi kebutuhan administrasi rumah sakit. Informasi tersebut kemudian sampai kepada Febri Zulian selaku Ketua Umum Generasi Ratu Dewa," tulisnya.
Mengetahui kondisi tersebut, Febri Zulian kemudian langsung menginformasikan ke rekan-rekannya untuk mencari bantuan bagi keluarga almarhum bayi tersebut.
Saat itu, Bripda Muhammad Kadafi yang sedang melaksanakan piket di Mako Ditpolairud Polda Sumsel turut mendengar kabar tersebut.
Polisi muda itu dan langsung terketuk hatinya untuk membantu keluarga korban.
"Bripda Muhammad Kadafi kemudian berkomunikasi dengan Febri Zulian terkait bantuan untuk meringankan kekurangan biaya pengobatan serta administrasi penebusan jenazah," tulis akun itu lagi.
Tanpa ragu, ia memberikan bantuan untuk melunasi sisa biaya administrasi sebesar Rp 8 juta dari total tagihan Rp 11 juta.
Tak berhenti di situ, setelah membantu biaya administrasi, Bripda Muhammad Kadafi juga turut mendampingi dan mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Baca juga: Viral Video Polisi Dikejar dan Didorong ke Parit, Diduga Masalah Pribadi: Soal Rumah Tangga
Almarhum Keyvano Affinata Alfarez dimakamkan di TPU Kandang Kawat Palembang.
Atas bantuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Sumsel, Dirpolairud Polda Sumsel, serta Kabag Binopsnal Ditpolairud Polda Sumsel yang telah membina personel dengan jiwa sosial dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Tindakan Bripda Muhammad Kadafi menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga memiliki empati serta kepedulian kemanusiaan terhadap warga yang sedang mengalami musibah,” ungkap pihak keluarga.
Aksi kemanusiaan tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
Bripda Muhammad Kadafi diketahui merupakan personel Binopsnal Ditpolairud Polda Sumatera Selatan.
Kisah kebaikan Bripda Muhammad Kadafi ini pun viral di media sosial TikTok.
Akun Enzo Alizio Dirgantara mengaku mengenal sosok Kadafi.
Ia mengatakan kalau Kadafi sudah mengabdi di kepolisian hampir 14 tahun.
"Memang beliau ini orang baik, beliau ini sering baik kesiapapun, beliau lulusan tamtama 2012 dan SDH sekolah Bintara, kurang lebih hampiri mengabdi 14 tahun, semoga kak davi dpat penghargaan dri kapolri atau Kapolda," tulisnya.
Penghasilan disisihkan untuk membantu warga
Bripda merupakan salah satu pangkat awal dalam jenjang kepolisian.
Gaji pokok anggota polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda disebut berkisar Rp 2.272.100 hingga Rp 3.733.700 per bulan, tergantung masa kerja golongan.
Jumlah tersebut belum termasuk tunjangan bulanan yang diterima anggota Polri.
Selain gaji pokok, anggota Polri juga memperoleh tunjangan kinerja, tunjangan keluarga, tunjangan lauk pauk, tunjangan jabatan, serta tunjangan khusus untuk daerah tertentu.
Di tengah penghasilannya sebagai polisi muda, Bripda Muhammad Kadafi memilih menyisihkan uang pribadinya untuk membantu keluarga almarhum Keyvano.
Bantuan itu membuat jenazah bayi tersebut dapat dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t