Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jabar Fraksi PPP, Zaini Shofari menyampaikan terkait pelaksanaan sistem penerimaan murid baru atau SPMB Jawa Barat 2026. SPMB Jabar 2026 yang sudah dibuka adalah SPMB untuk sekolah manusia unggul (Maung) pada Senin (25/5/2026).
Sekolah Maung ini sekolah-sekolah yang memfokuskan penerimaan ke siswa berprestasi baik akademik maupun non akademik.
Zaini menyebut pelaksanaan SPMB ini sudah dua kali berturut-turut layanan internetnya atau providernya sering terkendala, sehingga berharap tahun ini bisa diperbaiki.
"Jika pada 2024 dan 2025 bermasalah dan tahun ini ada masalah dengan jaringan internet, itu kan wajar kalau ada orang mencurigai kalau itu bisa sistemik, artinya belum ada kesiapan pemprov secara tangguh dan secara utuh," katanya, Selasa (26/5/2026).
Lanjutnya, serangkaian prosedural dari persiapan sistem SPMB harus benar-benar matang, sehingga ketika tes atau persyaratan dan lain sebagainya siap diakses masyarakat.
"Karena kan nanti ada yang perlu dipindai dokumen-dokumennya. Seperti biasa, kami (DPRD) khususnya komisi III sampai masa MPLS memantau langsung tak langsung," katanya.
Gubernur KDM, sempat mengeluarkan pernyataan untuk melarang Sekolah Maung menerima siswa karena titipan dari orangtua atau wali atau kerabat. KDM berpesan agar seluruh jajaran sekolah menjaga integritas selama pelaksanaan SPMB Jabar 2026.
"Saya tak segan-segan memberhentikan kepala sekolah, panitia, siapa pun yang terlibat dari proses tak terpuji pada sekolah unggul, manusia unggul yang akan diciptakan. Tak boleh ada budaya titip menitip," kata KDM