Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapapun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melarang total praktik titip-menitip dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) tahun 2026 dan mengancam kepala sekolah hingga panitia seleksi yang nekat bermain curang dengan sanksi pencopotan jabatan hingga proses hukum.
"Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapapun atas nama apapun dan untuk kepentingan apapun," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa.
Ia mengatakan sekolah unggulan teranyar milik Pemprov Jabar itu didirikan murni untuk menjaring siswa dengan kualifikasi akademik dan non-akademik terbaik secara transparan.
Karena itu seluruh aparatur pendidikan, lanjut dia, harus menjaga integritas dan menjauhkan diri dari praktik nepotisme.
Guna memberikan efek jera, Pemprov Jabar tidak hanya menyiapkan sanksi administratif berupa pemecatan, melainkan juga sanksi sosial dan pidana bagi oknum yang terlibat.
"Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapapun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan memproses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru di sekolah unggulan.
Menurutnya, budaya titip-menitip tidak boleh merusak tujuan pembentukan sekolah unggulan yang diarahkan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
"Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapapun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan," katanya.
Sebagai bentuk transparansi, Pemprov Jabar juga mengambil langkah tidak biasa dengan berencana membeberkan identitas para "penitip" ke hadapan publik jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur.
"Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri," ucap Dedi Mulyadi.
Melalui pengawasan ketat ini, Gubernur Jabar itu berharap momentum SPMB 2026 menjadi titik balik lahirnya sistem pendidikan yang objektif dan bebas dari intervensi kekuasaan maupun materi.
"Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya," ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Sekolah Maung sebanyak 41 SMA dan SMK negeri di seluruh Jawa Barat, yang proses pendaftaran secara daring telah berlangsung mulai 25 hingga 29 Mei 2026 mendatang.





