Pemprov Kaltara Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban Aman untuk Idul Adha 2026
Cornel Dimas Satrio May 27, 2026 12:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Tidak hanya dari segi jumlah kurban, jaminan kesehatan hewan juga menjadi prioritas utama Pemprov Kaltara.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Surianto, menyatakan Pemprov Kaltara bersama pemerintah kabupaten dan kota terus bersinergi melakukan pengawasan ketat.

Langkah proaktif ini diambil Pemprov Kaltara guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Kami tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap daging kurban. Pemerintah memastikan stok hewan kurban aman dan tidak terjadi kelangkaan di Kaltara," ujar Surianto, Selasa (26/5/2026).

Surianto menjelaskan, pengawasan ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah melalui koordinasi intensif dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan di kabupaten/kota.

Meskipun pasokan hewan kurban di Kaltara saat ini masih didominasi dari luar daerah, pemerintah berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan potensi peternak lokal.

"Produksi lokal tetap kami perhatikan. Jadi ada perpaduan antara ternak lokal dan pasokan dari luar daerah untuk mengantisipasi kebutuhan hewan kurban," katanya.

25052026 Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kaltara
DIPASTIKAN AMAN - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kaltara, Surianto saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (26/5/2026). Ia memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban aman untuk Idul Adha 1447 H, pengawasan dan koordinasi sudah diperketat.

Baca juga: Efisiensi Anggaran, Pemprov Kaltara Kurangi Hewan Kurban di Idul Adha 2026 Jadi Hanya 59 Ekor

Ia mengungkapkan, sebagian besar sapi kurban tahun ini didatangkan dari wilayah luar seperti Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa.

Guna mengantisipasi penularan penyakit, Pemprov Kaltara memastikan seluruh hewan yang masuk telah melewati prosedur skrining yang ketat.

"Setiap hewan yang didatangkan sudah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan karantina, baik dari daerah asal maupun karantina di sini. Jadi kesehatannya dipastikan aman," jelasnya.

Ketergantungan pada pasokan luar daerah ini tidak lepas dari tingginya angka kebutuhan yang mencapai ribuan ekor, sementara populasi sapi lokal di Bumi Benuanta belum mampu mencukupi seluruh permintaan tersebut.

Meski demikian, DPKP Kaltara optimistis seluruh kebutuhan akan terpenuhi dengan baik.

"Insya Allah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Surianto juga mengimbau warga agar lebih selektif dan disarankan membeli hewan kurban di lapak-lapak resmi yang telah mengantongi izin serta diawasi langsung petugas kesehatan hewan.

"Insya Allah aman. Pemerintah terus melakukan pengawasan agar hewan kurban yang beredar sehat dan layak," tutupnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.