Tribunlampung.co.id, Cipondoh - Penampakan Sambo, sapi kurban yang dipilih Presiden Prabowo Subianto dengan harga fantastis Rp122 juta.
Sambo merupakan sapi peliharaan peternak bernama Muhammad Rozi (53) asal Cipondoh, Kota Tangerang. Ia memiliki perawakan besar, kekar, serta hitam legam.
Karena ciri fisiknya itulah, ingatan Rozi langsung tertuju pada sosok mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, yang kala itu kasusnya sedang ramai menghiasi layar televisi.
"Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang, 'wah kayak Sambo nih, seram'. Ya sudah, keterusan dipanggil itu sampai sekarang," kenang Rozi sambil tertawa, dikutip dari Tribunnews, Selasa (26/5/2026).
Seiring berjalannya waktu dan sentuhan kasih sayang setiap hari, kesan seram itu menguap.
Baca juga: Dana APBN Rp100 Miliar Lebih Dipakai Presiden Prabowo untuk Beli 1.098 Sapi Kurban
Sambo tumbuh menjadi sapi yang sangat akrab dengan pemiliknya. Begitu didekati Rozi, Sambo akan langsung mendekat untuk minta dielus kepalanya.
Uniknya, Sambo punya insting yang kuat; jika orang asing yang mencoba menyentuh tubuh jumbonya, ia akan langsung bergeser menghindar.
Menjaga kualitas sapi kepresidenan tentu bukan perkara mudah. Sambo mendapatkan perawatan bak bintang lima di kandang Cipondoh.
Setiap hari, ritual Sambo dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kandangnya dibersihkan total, lalu tubuh hitamnya dimandikan dan disikat hingga bersih.
Ritual mandi ini wajib dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Urusan isi perut pun dijaga ketat agar bobotnya tetap stabil di atas 1,1 ton. Dalam sehari, menu makanan Sambo terbagi menjadi beberapa sesi:
Pagi: Menghabiskan sekitar 20 kilogram rumput segar.
Siang hingga Malam: Libas komboran berupa 30 kilogram ampas tahu, 1 kilogram konsentrat, dan 3 kilogram singkong.
Minum: Menghabiskan hingga 30 liter air per hari.
"Makannya dijaga terus, kebersihannya juga dijaga supaya tetap sehat sampai Idul Adha," katanya.
Keberhasilan Rozi menembus pasar Istana tidak didapatkan secara instan. Berkali-kali ia mencoba mendaftarkan sapinya untuk seleksi kurban presiden pada tahun-tahun sebelumnya, namun selalu berujung kegagalan karena masalah bobot atau tes kesehatan.
Proses seleksi hewan kurban kepresidenan memang terkenal sangat ketat dan berlapis.
Sambo harus melewati rangkaian uji laboratorium, mulai dari tes sampel darah, air liur, hingga pemeriksaan kotoran oleh petugas kesehatan hewan dan Dinas Pertanian.
Sejak April 2026, Dinas Pertanian Provinsi Banten telah memantau Sambo secara intensif.
Kini, kandang sederhana milik Rozi di Cipondoh mendadak ramai dikunjungi warga sekitar yang penasaran ingin melihat langsung "Sambo" si sapi manja raksasa pilihan Presiden.
Rasa lelah Rozi merawat sapi selama bertahun-tahun langsung sirna berganti bangga.
"Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia ngerawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI-1," pungkas Rozi.