Pengakuan Angga Seusai Bunuh Ibu Mertua, Pelariannya Berakhir di Lubuklinggau
Noval Andriansyah May 27, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Empat Lawang - Pelarian Angga (31) akhirnya kandas di Kota Lubuklinggau setelah dirinya tega menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri, Aminah (64).

Di hadapan polisi, Angga blak-blakan mengakui semua perbuatan kejinya, mulai dari motif sakit hati soal uang, cara mengecoh warga, hingga upayanya menghilangkan jejak yang berakhir sia-sia di tangan Satreskrim Polres Empat Lawang.

Tragedi berdarah ini bermula pada Selasa (19/5/2026), saat Angga dan mertuanya sedang berada di pondok kebun untuk membahas pembagian hasil panen kopi.

Situasi di pondok yang semula tenang mendadak memuncak dan memanas ketika korban menyampaikan keputusan sepihak mengenai pembagian keuntungan tersebut.

Mendengar hasil panen harus dibagi empat, yang dinilainya sangat merugikan, Angga langsung tersulut emosi dan tak bisa mengontrol diri.

Baca juga: Kebrutalan Angga Terhadap Ibu Mertuanya hanya Gara-gara Masalah Sepele

“Saya tidak puas dengan hasil pembagian hasil panen kopi. Sudah dibagi tiga diubah dibagi empat. Awalnya saya satu bagian, dia (korban) dua bagian, terus diubah, dia tiga bagian saya satu bagian,” ujar Angga saat diwawancarai di Mapolres Empat Lawang, Senin (25/5/2026), dilansir TribunSumsel.com.

Rasa kecewa yang membara itu membuat Angga benar-benar gelap mata. Di tengah adu mulut yang makin sengit, ia spontan mengambil sebatang kayu yang berada di pondok dan memukul sang mertua sebanyak dua kali hingga korban tewas seketika di tempat.

"Saya pukul pakai kayu bakar 2 kali. Saat saya periksa sudah tidak ada lagi nyawanya, saya ambil karung, saya masukkan," ujarnya dengan nada pasrah.

Usai memastikan korban meninggal dunia, Angga langsung melancarkan aksi cepat untuk menyembunyikan perbuatannya.

Ia memasukkan tubuh Aminah ke dalam karung yang sudah disiapkannya, mengangkut jasad tersebut menggunakan sepeda motor menuju arah desa, lalu membuangnya begitu saja ke aliran Sungai Betung.

"Saya bawa ke motor, saya bawa ke desa, lalu saya letakkan di sungai," ucap Angga merinci pelariannya.

Setelah membuang jasad mertuanya, Angga kembali ke desa dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Ketika pihak keluarga mulai panik karena Aminah tak kunjung pulang ke rumah hingga Kamis (21/5/2026), Angga bahkan dengan sangat tenang ikut masuk ke dalam barisan warga dan polisi untuk melakukan proses pencarian di lapangan.

Untuk mengecoh keluarga besar yang mulai curiga, Angga sempat memberikan keterangan palsu dengan mengaku bahwa Aminah sebenarnya sudah pulang ke Desa Padang Tepong dan sempat berpamitan akan kembali lagi ke kebun pada hari yang sama.

Namun, menyadari posisinya mulai terpojok dan kedoknya hampir terbongkar, Angga akhirnya memilih melarikan diri dari wilayah Empat Lawang.

Langkah pelariannya baru benar-benar terhenti setelah tim Satreskrim Polres Empat Lawang berhasil melacak keberadaannya yang akurat.

Angga diringkus petugas tanpa perlawanan berarti saat bersembunyi di Kota Lubuklinggau pada Minggu (24/5/2026).

Sehari setelah penangkapan Angga, atau pada Senin (25/5/2026) sore, jasad Aminah akhirnya ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi mengenaskan terbungkus karung di aliran Sungai Betung.

Saat ini, Angga telah diringkus dan diamankan ke sel tahanan Polres Empat Lawang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya di hadapan hukum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.