Gaza (ANTARA) - Puluhan warga Palestina, kerabat para tahanan yang ditahan di penjara-penjara Israel, menggelar demonstrasi di Kota Gaza untuk memprotes perlakuan terhadap para tahanan dan menyerukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk turun tangan.
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar markas ICRC di Gaza barat atas undangan faksi-faksi Palestina.
Mereka mengibarkan bendera Palestina, membawa foto para tahanan, serta membawa spanduk yang menuntut perlindungan bagi para tahanan dan pengakhiran apa yang mereka gambarkan sebagai penelantaran medis serta penyiksaan di penjara Israel.
Hazem Qassem, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), mengatakan dalam aksi protes tersebut bahwa para tahanan Palestina mengalami "pelanggaran serius," termasuk kelaparan, penyiksaan, dan tindak kekerasan.
Qassem mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk mengambil langkah-langkah efektif guna menekan Israel agar menghentikan pelanggaran tersebut.
Dia menegaskan bahwa isu tahanan harus tetap menjadi prioritas dalam agenda nasional serta internasional.
Menurut otoritas Palestina, lebih dari 9.400 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel.
Sebelumnya pada Senin (25/5), Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa bertemu di Ramallah dengan Julien Lerisson, kepala delegasi ICRC di Israel dan wilayah Palestina, menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor Mustafa.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa kedua pihak membahas upaya untuk menangani kondisi yang dihadapi para tahanan Palestina, termasuk dugaan kekerasan fisik dan psikologis, layanan medis yang tidak memadai, serta malanutrisi.
Mustafa juga menyerukan ICRC untuk memperluas intervensi kemanusiaan di Jalur Gaza, termasuk menambah jumlah rumah sakit lapangan, memfasilitasi masuknya pasokan medis, dan mendukung evakuasi warga Palestina yang terluka untuk mendapatkan perawatan di luar negeri.





