Washington (ANTARA) - Komando Pusat AS mengatakan bahwa militer AS menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan pada Senin (25/5).
"Pasukan AS hari ini melancarkan serangan untuk membela diri di Iran selatan guna melindungi personel kami dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran," kata juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan.
"Sasarannya mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang berupaya menempatkan ranjau. Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," ujarnya.
Menurut Hawkins, serangan dilakukan di kawasan Bandar Abbas yang menjadi lokasi pangkalan utama angkatan laut Iran. Serangan itu menghancurkan dua kapal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran serta menghantam sebuah lokasi rudal darat-ke-udara.
Empat orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sementara jumlah total korban masih belum jelas, lapor Kantor Berita Fars mengutip televisi pemerintah Iran.
Fox News melaporkan bahwa dua kapal Iran terlihat menebar ranjau di Selat Hormuz, dan sebuah lokasi rudal menargetkan pesawat tempur AS. Sebagai tanggapan, pasukan AS melancarkan serangan "untuk membela diri."
Laporan tersebut, yang mengutip seorang pejabat senior AS pada Senin, menyebutkan bahwa serangan AS "untuk sementara ini berakhir."
Menurut dua sumber yang dikutip, serangan itu tidak menandakan berakhirnya gencatan senjata selama beberapa pekan antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan perundingan dengan Iran "berjalan dengan baik," tetapi memperingatkan bahwa Washington akan kembali melancarkan serangan militer jika pembicaraan gagal, dengan serangan nantinya akan "lebih besar dan lebih kuat daripada sebelumnya."
Trump juga mengatakan uranium yang telah diperkaya milik Iran akan dimusnahkan setelah diserahkan kepada AS, baik di lokasi tersebut atau di "lokasi lain yang dapat diterima."
Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan Teheran tidak menyetujui pemindahan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri, membantah laporan bahwa Iran "siap memindahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi dari wilayahnya."
Kemungkinan kesepakatan sementara antara kedua pihak tidak akan mencakup perjanjian nuklir, lapor The Washington Post pada Senin mengutip seorang pejabat Iran.





