Menantu Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Erina Gudono menyabet gelar Master of Science dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Erina berhasil menuntaskan studinya dengan nilai sempurna atau IPK 4,00 dari program Nonprofit Leadership School of Social Policy and Practice University of Pennsylvania.
Kabar tersebut dibagikan Erina melalui unggahan di Instagram pada Minggu (24/5/2026). Dalam unggahannya, ia mengungkap rasa syukur atas perjalanan akademik yang dijalani selama di AS.
" (Alhamdulillah saya telah menyelesaikan gelar magister pertama di Universitas Pennsylvania dan magang di UNESCO. Akan tetapi, kebahagiaan dari perjalanan tersebut adalah menjadi ibu Bebingah... menggendongnya, menyambutnya hadir ke dunia, dan membesarkannya di tengah studi saya," jelasnya melalui unggahan Instagram pada Minggu (24/5/2026).
Erina juga menyampaikan apresiasi kepada sang suami, Kaesang Pangarep, yang disebut sebagai pendukung terbesar sejak awal perjalanannya menempuh pendidikan.
" (Suami saya adalah pendukung terbaik sejak hari pertama dan saya sungguh tidak akan cukup berterima kasih kepadanya). Semua ini tidak akan terwujud tanpa cinta dan dukungan tak terhingga dari suami, keluarga, dan teman-teman yang menemani saya melewati setiap momen melelahkan dan indah," ungkap ibunda Bebingah Sang Tansahayu itu.
Prestasi Erina semakin menyita perhatian karena University of Pennsylvania merupakan salah satu kampus elite di Negeri Paman Sam. Universitas tersebut masuk dalam kelompok kampus paling prestisius di AS "Ivy League". Nama-nama besar dan alumni berpengaruh juga membuat UPenn menjadi salah satu kampus paling dikenal di dunia.
Dikutip dari , "Ivy League" atau "the Ivies" adalah kelompok universitas paling bergengsi di AS bagian Timur Laut. Kampus-kampus ini dikenal karena keunggulan akademiknya, sejarah yang kaya, dan penerimaan yang sangat kompetitif.
Sebagian besar sekolah Ivy League adalah universitas swasta, termasuk Harvard, Yale, Princeton, Columbia, Brown, Dartmouth, dan UPenn. Universitas Cornell sedikit berbeda karena merupakan campuran antara universitas negeri dan swasta, dengan beberapa fakultasnya didanai oleh negara bagian New York.
Didirikan oleh tokoh pendiri Amerika Serikat Benjamin Franklin pada 1740-an, UPenn dikenal sebagai kampus yang punya reputasi kuat dalam bisnis, politik, teknologi, hingga riset medis. Salah satu magnet utamanya adalah Wharton School, sekolah bisnis tertua di dunia yang berdiri sejak 1881. Wharton kerap disebut sebagai "pabrik" lahirnya para CEO, investor, dan pemimpin global.
Sekolah ini didirikan pada 1881 oleh seorang industrialis dan filantropis Amerika bernama Joseph Wharton. Dikutip dari arsip sejarah resmi University of Pennsylvania, Joseph Wharton memiliki gagasan besar untuk menciptakan pendidikan bisnis modern yang tidak hanya berisi teori perdagangan, tetapi juga mencetak pemimpin ekonomi dan pemerintahan yang mampu memahami dunia industri yang sedang berkembang pesat di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.
Seiring waktu, Wharton berkembang menjadi salah satu institusi bisnis paling bergengsi di dunia. Alumni-alumninya banyak mengisi posisi penting di perusahaan multinasional, pemerintahan Amerika Serikat, perusahaan teknologi hingga startup global.
Nama Donald Trump menjadi salah satu alumni paling kontroversial sekaligus paling terkenal dari UPenn. Trump menempuh pendidikan di Wharton School dan lulus pada 1968 dengan gelar ekonomi.
Tokoh lain yang membuat nama UPenn semakin mendunia adalah Elon Musk. Pendiri Tesla dan SpaceX tersebut meraih dua gelar sekaligus di UPenn, yakni ekonomi dari Wharton School dan fisika dari College of Arts and Sciences pada 1997.





