SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Jajaran Polsek Ilir Timur (IT) I bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang mengamankan dua anak di bawah umur yang kedapatan menyalahgunakan lem aibon di atas Jembatan Ampera, Selasa (26/5/2026).
Penertiban ini dilakukan setelah aksi kedua anak tersebut viral di media sosial.
Video mereka saat sedang mengisap lem aibon di ikon Kota Palembang tersebut sempat diunggah oleh sejumlah konten kreator dan memicu keprihatinan netizen.
Berdasarkan informasi dari video yang diunggah akun Instagram @OyPalembang pada Rabu (27/5/2026), kedua anak tersebut saat ini telah diamankan di Pos Pasar 16 Ilir Palembang untuk kemudian diserahkan ke Dinsos.
"Ini yang viral tadi sudah diamankan Polsek IT I dan akan diserahkan ke Dinsos (Dinas Sosial)," ujar seorang pria yang merekam video di lokasi kejadian.
Baca juga: Viral Video Anak Isap Lem di Jembatan Ampera, Ratu Dewa Turunkan Dinas Terkait Lakukan Penyelamatan
Setelah diserahkan ke Dinas Sosial Kota Palembang, kedua anak tersebut rencananya akan langsung dibawa ke rumah singgah guna mendapatkan pembinaan dan rehabilitasi.
Selain memberikan pembinaan di rumah singgah, pihak Dinsos juga akan memanggil dan mempertemukan anak-anak tersebut dengan pihak keluarga mereka.
Langkah ini diambil sebagai upaya kolaboratif agar pihak orang tua dapat memperketat pengawasan, sehingga anak-anak tersebut tidak mengulangi perbuatan membahayakan itu di kemudian hari.
Sebuah rekaman video yang diunggah oleh akun media sosial @abangtaun mendadak viral setelah memperlihatkan dua anak di bawah umur tengah mengisap lem Aibon di kawasan Jembatan Ampera, Kota Palembang.
Video berdurasi singkat tersebut menarik perhatian publik hingga menembus hampir 1 juta tayangan pada Selasa (26/5/2026).
Dalam video tersebut, perekam sempat berbincang dengan kedua anak yang mengaku bahwa ayah mereka telah meninggal dunia, sementara sang ibu sibuk bekerja mencari nafkah.
Perekam video kemudian melarang aktivitas berbahaya tersebut dan meminta instansi terkait untuk turun tangan.
"Jadi pemerintah, saya lagi mampir ke kota Palembang tolong amanin anak ini, tolong dinas sosial siapa tahu anak ini masih bisa diselamatkan," ujarnya.
Merespons video viral tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas fenomena penyalahgunaan lem di kalangan anak-anak.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan sebuah masalah sosial serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Ratu Dewa menegaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban harus segera diselamatkan dan dibina, bukan sekadar dihakimi atau dijadikan tontonan di media sosial.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan segera menginstruksikan dinas terkait, pihak kecamatan, hingga kelurahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Langkah-langkah strategis yang akan diambil meliputi:
Melakukan pendataan menyeluruh dan meluncurkan patroli humanis di titik-titik rawan.
Memberikan pendampingan sosial serta memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan orang tua.
Memperketat pengawasan terhadap penjualan lem maupun bahan pelarut berbahaya lainnya kepada anak-anak di bawah umur.
Selain tindakan preventif dan pembinaan, Pemkot Palembang berkomitmen untuk memperbanyak wadah aktivitas positif bagi generasi muda.
Program-program seperti fasilitas olahraga, pelatihan keterampilan kerja, kegiatan seni, hingga pembinaan keagamaan akan digenjot untuk mengalihkan remaja dari perilaku negatif.
Di akhir keterangannya, Wali Kota Ratu Dewa
turut mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak dalam menyikapi fenomena ini di dunia maya.
Ia meminta warga tidak hanya sekadar merekam dan menyebarkan video pelanggaran, tetapi juga ikut peduli dengan menegur secara baik-baik serta membantu mengarahkan anak-anak tersebut ke lingkungan yang sehat.
"Palembang tidak boleh kehilangan generasinya," pungkas Ratu Dewa.