POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB ketika pelataran Masjid Jami’ Al-Faalah Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, dipadati orang-orang.
Tidak ada kemewahan terlihat. Hanya sebuah tenda sederhana yang berdiri tegak meneduhi deretan kursi plastik yang disusun rapi.
Di atas kursi-kursi plastik itu, Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten atau Afa duduk membaur bersama Ketua DKM, Diki Eprianto (45), Anggota DPRD Beltim, para kepala OPD, camat, kepala desa, hingga para tokoh agama dan ulama setempat, Rabu (27/5/2026) pagi.
Kehadiran Afa untuk menyerahkan satu ekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Adapun sapi tersebut diketahui berjenis Simental dengan bobot 790 kilogram.
Acara dimulai dari pembacaan doa, memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat yang merayakan hari raya kurban tahun ini.
Diki selaku Ketua DKM berdiri di balik mikrofon disertai wajah penuh rasa syukur. Baginya, hal ini tak pernah disangka-sangka.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Presiden. Atas arahan Pak Bupati, Masjid Al-Faalah ini diberi kepercayaan untuk menyembelih dan menyalurkan langsung bantuan sapi dari Bapak Presiden ke masyarakat," ujarnya.
Diki mengatakan selain sapi dari presiden, pihak masjid juga memotong satu ekor sapi kurban swadaya dari masyarakat setempat. Total ada dua ekor hewan kurban yang dijadwalkan dieksekusi oleh panitia.
Terkait pendistribusian, Diki memastikan pihaknya telah memegang data warga yang paling membutuhkan di lingkungan sekitar masjid agar penyaluran tepat sasaran.
"Kalau untuk total kilogram dagingnya belum bisa kami pastikan karena belum dieksekusi. Yang jelas, prioritas kami adalah masyarakat kurang mampu yang sudah didata oleh tim DKM," ucapnya.
Ingat Kampung Halaman
Suasana semakin hangat saat Bupati Afa menyampaikan tanggapannya. Sambil sesekali melemparkan senyum, Afa membuka cerita mengenai bagaimana sapi presiden ini bisa mendarat di Kelapa Kampit.
Afa mengatakan sejak April lalu, dirinya sudah menerima laporan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Beltim terkait jatah sapi presiden. Saat penentuan titik lokasi penyaluran, Afa langsung teringat kampung halamannya.
"Tahun kemarin kita sudah bantu untuk wilayah Manggar. Jadi saya bilang, tahun ini bantuannya digeser ke Kelapa Kampit. Saya bahkan minta tim turun langsung mengecek ke lapangan karena saya takut salah pilih masjid," ungkapnya.
Afa mengatakan penentuan tempat ini sekaligus menjadi jawaban atas selentingan miring yang sempat berembus mengenai dirinya.
"Ada masyarakat yang cerita-cerita, katanya Pak Bupati ini sekarang sibuk sekali sampai-sampai sudah tidak ingat lagi dengan Kelapa Kampit. Saya tegaskan, walau sesibuk apa pun saya di kantor, kampung halaman sendiri itu akan tetap selalu saya ingat," tegasnya.
Afa menambahkan dengan bobot sapi presiden yang mendekati angka 800 kilogram, dagingnya berarti setara empat ekor sapi biasa. Hal ini dinilainya sangat cukup untuk memastikan seluruh warga desa, terutama para lansia mendapatkan bagian.
Terakhir, Afa menitipkan pesan mengenai esensi merayakan Hari Raya Idul Adha secara bijak kepada warganya. Ia mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Adha secukupnya dan tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan, apalagi sampai harus berutang demi gengsi.
"Intinya, merayakan jangan berlebihan. Apalagi sampai ngutang, kan tidak baik untuk kita juga," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)