DPKP Babel Pastikan Sapi Kurban Seberat 1 Ton Asal Belinyu Sehat dan Layak
Ardhina Trisila Sakti May 27, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim pengawaswan hewan kurban Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpettan) Kabupaten Bangka melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Masjid Al Falah Kampung Nelayan 2 Sungailiat Bangka, Rabu (27/5/2025).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban, yang akan disembelih pada perayaan Idul Adha tahun ini telah melalui seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sapi kurban, pilihan berukuran jumbo dengan berat mencapai lebih dari 1 ton dan diserahkan ke pengurus Masjid Al Falah untuk di kurbankan.

Setelah proses pemeriksaan, dokter hewan DPKP Provinsi Babel, drh. Haswita Fitri Amalia menyampaikan bahwa sapi berukuran besar tersebut merupakan sapi lokal yang berasal dari daerah Belinyu, Bangka.

Pemilihan sapi ini dilakukan secara langsung oleh tim resmi dari kabupaten, berdasarkan instruksi dan arahan dari pimpinan pusat.

"Sapi ini merupakan sapi pilihan yang sudah diseleksi oleh tim resmi kabupaten karena adanya perintah dari atasan. Kriterianya meliputi kecukupan umur, kemudian beratnya yang terpantau berada di atas 1 ton serta usianya yang diperkirakan sudah memasuki 3 hingga 4 tahun," terang drh. Haswita.

Dimana ia menjelaskan, tim kesehatan hewan telah melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh (ante-mortem) sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sapi, dipastikan dalam kondisi prima dan bebas dari wabah penyakit menular dan layak untuk dilakukan penyembelihan dan disalurkan ke masyarakat.

"Pemeriksaan fisik ante-mortem menunjukkan hasil yang sangat baik. Sapi dinyatakan sehat, nafsu makan dan minumnya terpantau bagus, serta yang paling penting tidak ditemukan adanya tanda-tanda gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," jelasnya.

​Mengingat bobot sapi yang sangat besar, drh. Haswita juga menekankan bahwa proses penyembelihan nantinya memerlukan penanganan khusus dan tenaga yang berpengalaman agar proses dapat berjalan dengan lancar dan aman.

​Selain memastikan kondisi kesehatan fisik, DPKP Provinsi Babel juga memberikan edukasi dan imbauan kepada seluruh panitia kurban di masjid-masjid agar menerapkan prinsip Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) sebelum proses eksekusi penyembelihan dilakukan.

​Penerapan Kesrawan ini dinilai sangat krusial karena berdampak langsung,  pada kualitas daging yang dihasilkan. Panitia diminta untuk memperlakukan hewan kurban dengan baik dan meminimalkan tingkat stres pada hewan.

"Kami sudah mengimbau kepada pihak pengurus masjid untuk benar-benar menerapkan prinsip Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) dari sisi sebelum pemotongan," ucapnya.

"Jangan sampai hewan kurban melihat hewan lainnya saat sedang disembelih,  tempat penampungan atau antrean harus ditutup secara visual," tegasnya.

​Ia mengingatkan, pentingnya mengistirahatkan dan memuasakan hewan kurban beberapa jam sebelum disembelih.

"Hewan perlu diistirahatkan dan dipuasakan terlebih dahulu sebelum dipotong. Hal ini bertujuan agar saat disembelih nanti, pengeluaran darah dari tubuh hewan bisa terjadi secara sempurna (bleeding)," bebernya.

Dengan adanya pengawasan ketat dari DPKP dan kesadaran dari para panitia kurban diharapkan jalannya ibadah kurban di Provinsi Babel dapat memberikan ketenteraman bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

"Pengeluaran darah yang sempurna ini,  akan berakibat positif pada kualitas daging kurban yang jauh lebih baik, lebih higienis dan tahan lama," ungkapnya.

Dalam proses pemotongannya hewan kurban, penyembelih hewan kurban didatangkan langsung dari Pangkalpinang dan yang telah memiliki sertifikat.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.