Prosesi Mandikan Sapi Kurban di Padang Pakai Air Kembang 7 Rupa, Yulizar Dibuat Deg-degan
Rezi Azwar May 27, 2026 04:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana di halaman Masjid Nurul Huda, Purus Baru, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mendadak riuh pada Rabu (27/5/2026) pagi sekitar pukul 09.22 WIB.

Puluhan panitia kurban tampak sigap memegang tali, bersiap untuk mengeksekusi empat ekor sapi yang sudah berbaris di pelataran masjid. 

Namun, sebelum penyembelihan dilakukan, sebuah ritual unik yang memikat perhatian warga justru dimulai.

Di antara kerumunan itu, tampak Yulizar, salah satu peserta kurban tahun ini, berjalan mendekati seekor sapi kurban. 

Di tangannya, tergenggam sebuah gayung plastik yang siap dicelupkan ke dalam ember berisi air bertabur kembang tujuh rupa.

Saat melangkah mendekati hewan buruannya tersebut, Yulizar tidak bisa menyembunyikan gurat ketegangan di wajahnya.

Baca juga: Unik, Sapi Kurban di Purus Padang Dimandikan Kembang 7 Rupa dan Disisir Sebelum Disembelih

Langkahnya perlahan, memastikan sang sapi tidak terkejut dengan kehadirannya yang membawa air wewangian dan perasan jeruk nipis.

"Rasanya campur aduk, ada deg-degan juga saat pertama kali menyiramkan air kembang ini ke tubuh sapi," ujar Yulizar saat diwawancarai TribunPadang.com di lokasi, Rabu (27/5/2026).

Yulizar mengaku, debaran jantung yang kencang itu muncul karena ia harus berinteraksi langsung dengan hewan berbobot ratusan kilogram yang akan dikorbankan. 

Ada rasa haru yang membuncah ketika jemarinya ikut mengusap punggung sapi yang basah oleh air limau.

Bagi Yulizar, ketakutan dan rasa gemetar itu perlahan terkikis oleh rasa khusyuk saat lantunan selawat mulai menggema di halaman masjid. 

Menyiramkan air kembang ke hewan kurban miliknya sendiri memberikan pengalaman spiritual yang begitu membekas.

Baca juga: Kisah Mantan Pegawai BUMN di Agam Resign Demi Beternak hingga Sapinya Terpilih Jadi Kurban Presiden

Melalui ritual memandikan sapi ini, Yulizar menyematkan untaian doa dan harapan yang mendalam untuk kehidupan akhiratnya kelak. 

Ia berharap penuh agar ibadah yang menguras emosi dan hartanya ini mendapat rida dari Yang Maha Kuasa.

"Harapan saya tentu nantikan kurban ini diterima oleh Allah SWT. Selain itu, semoga dagingnya bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi orang banyak yang menerima," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatannya dalam prosesi balimau sapi ini bukanlah hal baru bagi keluarganya. 

Menurut Yulizar, prosesi unik memandikan hewan kurban sebelum disembelih ini memang sudah menjadi tradisi turun-temurun di wilayahnya.

Tradisi yang dialami Yulizar tersebut dibenarkan oleh Amizar, Imam Masjid Nurul Huda Purus Baru. 

Menurut Amizar, apa yang dilakukan oleh para peserta kurban seperti Yulizar adalah bagian dari menjaga warisan leluhur jemaah Tarekat Syattariyah.

Baca juga: Momen Idul Adha Pertama Pascabencana: Penghuni Huntara Kapalo Koto Kompak Potong Hewan Kurban

"Tradisi memandikan sapi dengan kembang tujuh rupa dan jeruk nipis ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh tetua kami terdahulu," kata Amizar saat ditemui di sela-sela persiapan penyembelihan.

Amizar menjelaskan, orang yang paling baik dan diutamakan untuk memandikan hewan kurban tersebut memanglah para peserta kurbannya sendiri. 

Hal ini dilakukan agar si pekurban bisa merasakan langsung esensi dari ibadah yang mereka tunaikan.

"Saat proses memandikan berlangsung, kita wajib membacakan selawat nabi bersama-sama. Hal ini dilakukan agar hewan yang akan disembelih berada dalam kondisi bersih, tenang, dan suci," pungkas Amizar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.