Nasib Bayi yang Dilahirkan Santriwati di Pekalongan, Ngaku Hamil Misterius Tanpa Hubungan
Listusista Anggeng Rasmi May 27, 2026 02:03 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peristiwa kehamilan hingga persalinan seorang santriwati asal Kabupaten Pekalongan berinisial F (22) terus menjadi perhatian publik karena kisahnya yang dinilai tidak biasa dan penuh tanda tanya.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan masyarakat setelah keluarga menyebut F mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan pria mana pun sebelum akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki.

Cerita yang berkembang di tengah masyarakat semakin menyita perhatian karena keluarga mengaitkan kehamilan tersebut dengan pengalaman mimpi yang pernah dialami F.

Menurut keterangan keluarga, perubahan fisik pada tubuh F juga sempat dianggap tidak lazim karena perutnya disebut hanya tampak membesar pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang Magrib.

Kondisi itu membuat keluarga sempat kebingungan sebelum akhirnya mengetahui bahwa F tengah mengandung.

Santriwati tersebut diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025 dan sejak saat itu kehidupannya berubah drastis akibat sorotan publik yang terus berdatangan.

Keluarga mengaku memilih untuk tidak memperpanjang polemik yang berkembang karena khawatir kondisi psikologis F semakin terganggu.

Demi membantu memulihkan mental sang anak, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi tersebut untuk diadopsi oleh pihak lain yang dinilai mampu memberikan kehidupan lebih baik.

Baca juga: Pengakuan Santriwati di Pekalongan Melahirkan Tapi Tak Pernah Berhubungan, Ayah Ikhlas: Ini Takdir

SANTRIWATI HAMIL - Keluarga santriwati yang melahirkan tanpa pacar mengklaim kehamilan tersebut bermula dari rangkaian mimpi aneh yang dialami berulang kali. ((Ist)/kolase Istimewa)

Keputusan tersebut diambil setelah keluarga melihat tekanan sosial yang dialami F semakin berat dari hari ke hari.

Ayah F bernama Slamet mengatakan bahwa keluarganya kini hanya ingin menjalani hidup dengan tenang tanpa terus dibayangi berbagai komentar dan spekulasi dari masyarakat.

Meski kisah yang mereka sampaikan menuai keraguan dari banyak pihak, keluarga tetap meyakini apa yang terjadi pada F merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas.

"Kami sudah meyakini begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang," ujar Slamet.

Ia juga menjelaskan bahwa putrinya mulai menyadari adanya perubahan pada tubuh setelah tidak mengalami menstruasi sejak September 2025.

Sejak kabar tersebut viral, keluarga berharap masyarakat tidak lagi memperbesar persoalan ataupun menyebarkan komentar yang dapat memperburuk kondisi mental F.

Kini keluarga hanya berharap sang santriwati dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, melanjutkan aktivitasnya dengan tenang, dan perlahan pulih dari tekanan psikologis akibat perhatian publik yang begitu besar terhadap kisah kehamilannya.

Perut Membesar saat Magrib

Namun, selama masa kehamilan, kondisi fisik F disebut tidak menunjukkan perubahan yang lazim.

Perutnya hanya tampak membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib hingga Isya, sebelum kembali seperti semula.

Slamet juga mengaku, sempat berulang kali menanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki kepada putrinya.

"Namun, F tetap membantah pernah menjalin hubungan asmara maupun melakukan hubungan di luar nikah," imbuhnya 

Selama ini, F diketahui menjalani pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus Madrasah Tsanawiyah.

Keluarga pun meyakini, lingkungan pondok menerapkan pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima kemungkinan lain di balik kehamilan tersebut.

Baca juga: Biadab! Guru Ponpes Mantan Korban Pencabulan Malah Balas Dendam Lampiaskan Aksi Bejat ke Santriwati

BAYI DIJUAL AYAH - Yudi menjual bayinya ke sekelompok orang di Palembang, bayinya dihargai Rp 25 juta. Foto: Ilustrasi.
BAYI DILAHIRKAN  - ilustrasi bayi. Foto: Ilustrasi. (Freepik)

Bayi Kini Diadopsi

Di tengah tekanan sosial yang terus meningkat, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi laki-laki yang dilahirkan F kepada keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara melalui proses resmi.

Langkah itu diambil, demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi sekaligus melindungi kondisi mental F.

"Bayinya sehat dan tampan. Tentu ada rasa berat saat harus melepasnya, tetapi kami berpikir ini yang terbaik."

"Kalau tetap di sini, anak saya mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan,' tutur Slamet.

Kondisi Santriwati F

Ia menambahkan, kondisi psikologis putrinya belakangan semakin menurun sejak kisah tersebut ramai diperbincangkan.

Bahkan, keluarga kini membatasi akses F terhadap media sosial agar tidak terus terpapar komentar publik.

"Awalnya dia yang menguatkan kami. Tapi sekarang, justru dia yang semakin tertekan. Kami hanya ingin masyarakat berhenti membahas ini," katanya.

Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka dan menghentikan penyebaran isu yang dinilai telah menambah beban batin putrinya.

"Kami hanya ingin hidup kembali tenang. Biarlah ini menjadi urusan kami dengan Tuhan," pungkas Slamet.

Keterangan Dokter

Sementara itu, dokter yang menangani persalinan F, dr. Imaamah Muqodassah, membenarkan pasien datang ke kliniknya dalam kondisi siap melahirkan pada 13 Desember 2025 malam.

Menurutnya, bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dan menunjukkan kondisi fisik normal seperti bayi pada umumnya.

"Secara medis, usia kandungan pasien sekitar 39 minggu. Ini merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya," jelas dr. Imaamah.

Pihak klinik mengaku, baru mengetahui latar belakang kehamilan pasien setelah proses persalinan selesai, saat keluarga menyampaikan bahwa F belum menikah dan mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan. (Dro)

(Tribunnewsmaker.com/ TribunJateng/ Raf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.